Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi menyiapkan perombakan total jajaran direksi dan manajemen Perumda Sumber Sarana Sentosa.
Langkah itu diambil setelah badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut dinyatakan mengalami kondisi keuangan yang kolaps.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono selaku kuasa pemilik modal (KPM) mengatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan sesuai kewenangannya sebagai pemegang kendali perusahaan.
"Sesuai aturan, KPM berhak mengevaluasi menyeluruh saat kondisi sudah nol. Jadi, jelas akan ada pergantian direktur dan manajemen," ujarnya, Sabtu (4/7).
Meski kondisi keuangan perusahaan memburuk, Ony memastikan pemerintah daerah tidak akan menambah penyertaan modal melalui APBD.
Menurutnya, suntikan modal tidak akan efektif apabila tidak diikuti pembenahan tata kelola perusahaan.
"Calon direkturnya akan kita challenge, ini tidak ada anggaran apa-apa dari APBD, kamu bisa menghidupkan perusahaan atau tidak?" katanya.
Ony menilai persoalan utama Perumda Sumber Sarana Sentosa bukan terletak pada minimnya peluang usaha, melainkan lemahnya kemampuan manajemen dalam mengambil keputusan bisnis dan membaca kebutuhan pasar.
Dia menyebut peluang penyelamatan perusahaan masih terbuka, salah satunya melalui kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemanfaatan skema pembiayaan dari lembaga keuangan daerah.
"Soal modal kerja, mereka sebenarnya bisa memanfaatkan fleksibilitas pinjaman ke BPRS Ngawi," terangnya.
Untuk mengisi jabatan direksi yang baru, Ony memastikan proses seleksi akan dilakukan secara terbuka.
Pemkab akan mencari figur profesional yang memiliki pengalaman bisnis serta mampu membangkitkan perusahaan tanpa bergantung pada tambahan modal dari pemerintah daerah.
"Siapa yang berani dan punya konsep, itu yang kita pilih," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto