Jawa Pos Radar Ngawi - Di balik keberhasilan Persinga Ngawi mengamankan tiket promosi ke Liga 3, tersimpan prestasi pribadi yang tak kalah membanggakan.
Pelatih Selamet Riadi sukses menorehkan rekor back to back dengan membawa dua klub berbeda promosi ke kasta yang lebih tinggi dalam dua musim beruntun.
Hasil imbang tanpa gol melawan PS Ngada di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (5/7), memastikan langkah Laskar Ketonggo kembali ke Liga 3.
Bagi Selamet Riadi, pencapaian itu sekaligus memperpanjang catatan manis setelah musim sebelumnya berhasil mengantarkan Persika Karanganyar promosi dan finis sebagai runner-up Liga 4 Nasional 2025–2026.
Selamet mengungkapkan keberhasilan Persinga Ngawi tidak diraih secara instan.
Ia menilai seluruh pemain mampu menjalankan strategi yang telah dipersiapkan dengan penuh kedisiplinan sepanjang pertandingan.
"Hari ini game plan yang saya buat dari mulai persiapan dijalankan anak-anak dengan cukup disiplin. Mereka bisa menjalankan intuisi dan apa yang saya mau. Kuncinya hari ini adalah disiplin. Kalau kita disiplin, kita bisa lolos," ujarnya, Senin (6/7).
Menurutnya, kepatuhan pemain terhadap instruksi menjadi faktor utama yang membuat Persinga mampu mengamankan hasil sesuai target.
Selamet mengaku perjalanan Persinga menuju Liga 3 tidak berjalan mudah.
Tim harus melewati proses persiapan yang panjang dengan berbagai persoalan sebelum akhirnya mampu mengamankan tiket promosi.
"Dengan persiapan yang cukup lama dan melalui banyak problem serta cobaan yang ada, Alhamdulillah bisa kita lalui semuanya sehingga hari ini bisa lolos ke Liga 3," katanya.
Baginya, keberhasilan tersebut menjadi buah dari kerja keras seluruh elemen tim yang mampu melewati setiap tantangan bersama.
Menghadapi PS Ngada yang dikenal memiliki permainan cepat, Selamet memilih menerapkan strategi mengendalikan tempo pertandingan.
Menurutnya, membatasi ruang gerak lawan menjadi kunci agar tim asal Nusa Tenggara Timur itu tidak dapat mengembangkan permainan.
"Musuh cukup berat. Mereka memiliki kelebihan dalam hal kecepatan. Artinya, kita harus meredam ritme mereka. Jangan sampai mereka bisa berkembang dengan permainan cepatnya. Itu kunci teknis hari ini," jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Persinga mampu menjaga keseimbangan permainan hingga pertandingan berakhir tanpa gol, hasil yang cukup untuk memastikan promosi.
Selain aspek taktik, Selamet memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas para pemain Persinga Ngawi.
Ia menilai motivasi besar untuk membawa Laskar Ketonggo kembali ke Liga 3 membuat seluruh pemain mampu tampil disiplin dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.
"Kedisiplinan pemain hari ini sangat luar biasa. Motivasi mereka untuk lolos juga luar biasa," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto