Jawa Pos Radar Madiun - Langkah Persinga Ngawi untuk merebut gelar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 harus terhenti di babak semifinal.
Laskar Ketonggo kalah dramatis dari Pasuruan United melalui adu penalti dengan skor 4-5 setelah bermain imbang tanpa gol sepanjang waktu normal di Stadion Mandala Krida, Rabu (8/7).
Hasil tersebut membuat Persinga gagal melangkah ke partai final, meski sebelumnya telah memastikan tiket promosi ke Liga 3 musim depan.
Pelatih Persinga Ngawi, Slamet Riadi, menilai anak asuhnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir belum mampu menghasilkan gol.
Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
"Mau bagaimana lagi, penalti itu urusan fifty-fifty. Lionel Messi saja bisa gagal penalti sampai dua kali, apalagi kita," ujar Slamet Riadi.
Meski gagal melangkah ke final, Slamet tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain selama musim kompetisi.
Menurutnya, target utama Persinga musim ini telah berhasil diwujudkan, yakni promosi ke Liga 3 setelah menjalani perjuangan selama sekitar 10 bulan.
"Kendati tidak bisa juara nasional dan kalah di semifinal, target utama kita untuk promosi ke Liga 3 sudah tercapai," katanya.
Slamet menjelaskan perjalanan Persinga di Liga 4 Nasional resmi berakhir karena kompetisi tidak menggelar pertandingan perebutan peringkat ketiga.
Karena itu, kelanjutan persiapan tim kini sepenuhnya berada di tangan manajemen.
"Setelah ini, kelanjutan tim tergantung keputusan manajemen karena agenda pertandingan kami sudah selesai," jelasnya.
Kemenangan atas Persinga membawa Pasuruan United melaju ke partai final Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.
Di laga puncak, tim asal Jawa Timur tersebut akan menghadapi Pesik Kuningan.
Wakil Jawa Barat itu juga lolos ke final melalui drama adu penalti usai mengalahkan PS Ngada dengan skor 6-5 setelah bermain imbang pada waktu normal. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto