Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sidak SMPN 1 Bringin, DPRD Ngawi Soroti Perbaikan Sekolah yang Dinilai Setengah Hati

Asep Syaeful • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:10 WIB
SIDAK: Ketua dan anggota Komisi II DPRD Ngawi meninjau proyek rehabilitasi SMPN 1 Bringin. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
SIDAK: Ketua dan anggota Komisi II DPRD Ngawi meninjau proyek rehabilitasi SMPN 1 Bringin. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Komisi II DPRD Ngawi menyoroti pelaksanaan proyek perbaikan di SMP Negeri 1 Bringin.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (8/7), dewan mengaku kecewa karena pekerjaan yang dilakukan dinilai belum mampu mengatasi kerusakan sekolah secara menyeluruh.

Ketua Komisi II DPRD Ngawi Amin Sunarto mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kualitas pengerjaan dan konsep rehabilitasi bangunan sekolah masih jauh dari harapan.

"Terus terang, saya tidak puas," ujarnya.

Menurut Amin, proyek yang saat ini difokuskan pada perbaikan atap dan pengecatan dinding belum menyentuh persoalan utama, yakni banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi lebih menyeluruh.

"Memang ada keterbatasan dana, sedangkan kebutuhan yang rusak banyak sekali," katanya.

Dia menilai, pola perbaikan yang dilakukan secara bertahap atau parsial justru membuat hasil pembangunan kurang optimal.

Amin berharap rehabilitasi sekolah dilakukan secara tuntas agar siswa dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman.

"Membangun itu jangan setengah-setengah. Lebih baik dituntaskan sekalian sehingga hasilnya bagus. Anak-anak sekolah bisa nyaman, senang, dan gembira belajar di dalam kelas," tegasnya.

Menyikapi masih banyaknya ruang kelas yang rusak, Amin mengaku telah meminta pihak sekolah melakukan pendataan secara menyeluruh sebagai dasar pengajuan bantuan perbaikan.

Namun, ia juga mengakui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngawi masih terbatas untuk menangani seluruh kerusakan infrastruktur sekolah.

Karena itu, Komisi II DPRD Ngawi mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi lebih aktif mencari dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

"Saya harapkan Dikbud harus proaktif, jemput bola ke kementerian pusat untuk mendapatkan dana alokasi pembangunan sekolah. Kasus sekolah rusak ini ada di mana-mana. Kalau hanya mengandalkan dana yang ada saat ini dan diecer-ecer begitu, hasilnya tidak akan pernah memuaskan," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#SMPN 1 Bringin #DPRD Ngawi #sekolah rusak #Dikbud Ngawi #perbaikan sekolah