Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berhasil Dongkrak Pendapatan, Pertanian Melon Pemerintah Desa Pelang Kidul Ngawi Banjir Apresiasi

Satrio Jati • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:09 WIB
SINERGIS: Jajaran Pemdes Pelang Kidul, kepala DPMD, dinkop UM dan Tim KKN Mahasiswa Uinsa Surabaya berfoto bersama dalam kegiatan petik melon Greenhouse Bumdes Mekarsasi Desa Pelang Kidul, Jumat (10/7). (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
SINERGIS: Jajaran Pemdes Pelang Kidul, kepala DPMD, dinkop UM dan Tim KKN Mahasiswa Uinsa Surabaya berfoto bersama dalam kegiatan petik melon Greenhouse Bumdes Mekarsasi Desa Pelang Kidul, Jumat (10/7). (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Penerapan teknologi pertanian modern khususnya untuk budi daya buah melon oleh BUMDes Mekarsari Desa Pelang Kidul, Kecamatan Kedunggalar sejauh ini terbilang sukses.

Hal itu dibuktikan dari hasil panen melon kali kedua pada Jumat (10/7).

Melihat keberhasilan tersebut, Kepala Desa Pelang Kidul, Sudarno mengimbau warga khususnya para petani untuk mulai menerapkan cara pertanian modern tersebut.

''Kami mencoba mengawalinya dan terbukti berhasil, karenanya cara ini kami nilai perlu diduplikasikan oleh masyarakat,'' terangnya.

Selain itu, Sudarno menyebut kondisi sumber daya alam di wilayah Pelang Kidul sangat mendukung. Hal ini diharapkan dapat membantu produktivitas pertanian khususnya dalam penerapan agroteknologi secara lebih masif.

''Jadi tak sekadar padi, tapi juga sangat memadai untuk produktivitas tanaman buah, baik itu melon dan lainnya,'' katanya.

Sebelum kegiatan inti petik melon dilakukan, kolaborasi antara Pemerintah Desa Pelang Kidul dan Tim KKN Mahasiswa Uinsa Surabaya mengawalinya dengan menggelar acara talk show di pendapa kantor kepala desa.

Acara tersebut menghadirkan narasumber Dinas Koperasi UM Ngawi, Sargian Januardy, dengan tema pembahasan "Penguatan UMKM dan Agrowisata Greenhouse Melon melalui Digital Marketing dan Pemberdayaan Masyarakat".

PETIK MELON: Kepala DPMD Ngawi Budi Santoso didampingi Kades Pelang Kidul Sudarno saat memetik melon jenis Sweet Lavender di greenhouse Mekarsari Desa Pelang Kidul. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
PETIK MELON: Kepala DPMD Ngawi Budi Santoso didampingi Kades Pelang Kidul Sudarno saat memetik melon jenis Sweet Lavender di greenhouse Mekarsari Desa Pelang Kidul. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Talk show berlangsung komunikatif dan peserta antusias mengikuti materi hingga selesai.

Dalam diskusi tersebut, disampaikan poin-poin mengenai kewajiban UMKM untuk mampu berinovasi dalam perkembangan pasar di era digital.

Selain itu, diperlukan wadah atau komunitas agar pelaku usaha bisa saling mendukung untuk mengembangkan bisnis, serta memahami pangsa pasar yang sesuai untuk pemasaran produk.

Keberhasilan unit usaha yang dikelola oleh badan usaha milik desa ini mendapatkan apresiasi langsung dari otoritas pembina kabupaten.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi, Budi Santoso memberikan apresiasi atas capaian panen tersebut.

Dirinya menilai cara ini menjadi langkah inovatif BUMDes yang patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Ngawi.

''Ini membuktikan BUMDes Mekarsari Pelang Kidul mampu merealisasikan program ketahanan pangan yang nyatanya menambah PAD. Ini bisa menjadi contoh bagi yang lainnya,'' kata Budi Santoso.

Ia mengingatkan bahwa alokasi 20 persen Dana Desa (DD) yang disertakan untuk program ketahanan pangan perlu dikelola melalui manajemen yang tepat.

Hal ini mencakup tata kelola kelembagaan, perencanaan bisnis yang matang, pelaporan keuangan yang jelas, serta rekrutmen pengurus yang memiliki kapabilitas bisnis.

''Tentunya pengelola harus menyusun rencana kerja dan anggaran, serta SOP untuk unit usaha guna memastikan operasional berjalan teratur,'' terangnya. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#pertanian melon #bumdes mekarsari #ngawi #desa #greenhouse