Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SMAN 1 Kwadungan Borong Empat Juara AKAR 2026, Inovasi Berbasis Potensi Lokal Bersinar

Asep Syaeful • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono berfoto bersama Kepala SMAN 1 Kwadungan dan warga sekolah usai keberhasilan meraih empat penghargaan pada AKAR 2026. Foto: SMAN 1 KWADUNGAN UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono berfoto bersama Kepala SMAN 1 Kwadungan dan warga sekolah usai keberhasilan meraih empat penghargaan pada AKAR 2026. Foto: SMAN 1 KWADUNGAN UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – SMAN 1 Kwadungan kembali menorehkan prestasi.

Sekolah tersebut memborong empat penghargaan dalam Ajang Kompetisi Inovasi dan Riset (AKAR) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi.

Kepala SMAN 1 Kwadungan Fitriani Khanifatun mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi sekolah dalam membangun budaya inovasi yang melibatkan guru dan siswa.

"Ini buah konsistensi kami membangun ekosistem inovasi di sekolah. Setiap guru dan siswa didorong jeli melihat potensi di sekitar," ujarnya, Jumat (10/7).

Prestasi tertinggi diraih pada kategori pendidikan.

Fitriani meraih juara I melalui inovasi Skuter Kekar, yakni media pembelajaran berupa alat praktik kualitas udara yang dipadukan dengan pembelajaran kontekstual bertema perubahan iklim.

Pada kategori budaya dan sosial, Kabau Colar, produk kerah dan lengan baju bongkar pasang bermotif ikon Kabupaten Ngawi karya Iis Liyana Cahyawati dan Yenny Arninda, meraih juara II.

Sementara itu, inovasi di bidang pangan juga berhasil meraih penghargaan.

Minuman herbal Mark Wise karya Tri Astutik dan Nindya Permanawati memperoleh Juara Harapan I, sedangkan sambal telur asin rendah natrium Eggspice Plus hasil karya Dyah Ayu Angraini dan Dahlia Ayu Suryandari meraih Juara Harapan II.

"Kami sengaja mengangkat kearifan lokal agar riset membumi dan langsung menjawab persoalan lingkungan maupun sosial," kata Fitriani.

Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi sekolah yang mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pendampingan riset secara intensif.

Setelah kompetisi berakhir, sekolah juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengembangkan berbagai inovasi tersebut agar memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan lebih luas.

"Kami tidak ingin inovasi ini berhenti sebagai pajangan piagam penghargaan kejuaraan," tegasnya. (ifa/den)

Editor : Hengky Ristanto
#SMAN 1 Kwadungan #prestasi sekolah #akar #Bappeda Ngawi #ngawi