Jawa Pos Radar Ngawi – Kesiapsiagaan BPBD Ngawi menghadapi musim kemarau masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana.
Sejumlah armada operasional dinilai sudah berusia tua, sementara penyimpanan logistik masih mengandalkan gudang sewaan.
Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan, armada truk tangki yang dimiliki saat ini masih berfungsi, tetapi kondisinya sudah membutuhkan peremajaan. Keterbatasan anggaran membuat BPBD hanya mampu melakukan perawatan rutin.
"Saat ini sarpras sudah cukup berumur seperti armada yang kami miliki ini," ujarnya, Senin (13/7).
Menurut Prila, peremajaan armada diperlukan agar pelayanan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih optimal, terutama saat terjadi kekeringan maupun bencana lainnya.
Selain armada yang menua, BPBD juga belum memiliki gudang logistik sendiri.
Selama ini, penyimpanan bantuan dan peralatan kebencanaan masih mengandalkan bangunan sewaan.
"Apalagi untuk gudang tempat menyimpan bantuan yang diberikan kepada masyarakat, hingga saat ini hanya mampu sewa gudang," katanya.
Prila mengungkapkan, usulan pengadaan sarana dan pembangunan gudang telah beberapa kali diajukan kepada pemerintah daerah.
Namun hingga kini belum mendapat realisasi.
"Kami sudah usulkan tapi belum terealisasi hingga saat ini, terutama untuk gudang sarpras," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto