Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SRT Ngawi Masih Tahap Finalisasi, MPLS Dijadwalkan Mulai 27 Juli

Asep Syaeful • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:44 WIB
Tim Kementerian Sosial RI meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Karangtengah Prandon, Kabupaten Ngawi. ASEP AYAEFUL/RADAR NGAWI
Tim Kementerian Sosial RI meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Karangtengah Prandon, Kabupaten Ngawi. ASEP AYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Meski Tahun Ajaran 2026/2027 telah dimulai, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi masih menjalani tahap persiapan akhir.

Proses pembangunan dan penyempurnaan fasilitas terus dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Person in Charge (PIC) SRT Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Syam Wuryani, mengatakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026.

"Saat ini masih dalam pematangan final," ujarnya saat meninjau pembangunan SRT di Desa Karangtengah Prandon, Kabupaten Ngawi, Kamis (16/7).

Sebelum MPLS dimulai, seluruh calon siswa akan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai bagian dari persiapan memasuki lingkungan sekolah berasrama.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, pihak sekolah bersama pemerintah daerah terus mematangkan berbagai aspek teknis.

Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.

Menurut Syam, sarana dan prasarana penunjang SRT kini telah mencapai 95 persen.

"Sarana dan prasarana penunjang SRT Ngawi dipastikan telah mencapai 95 persen," katanya.

Ia menambahkan, pengecekan akan terus dilakukan secara berkala hingga seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.

"Kami akan terus cek sebelum nanti beroperasi 100 persen," tambahnya.

Selain menuntaskan pembangunan, SRT Ngawi juga masih berupaya memenuhi kuota peserta didik.

Dari kapasitas 270 siswa, hingga kini baru 211 calon siswa yang terdaftar sehingga masih terdapat kekurangan 59 peserta didik.

Untuk memenuhi kuota tersebut, tim Program Keluarga Harapan (PKH) terus melakukan penjangkauan terhadap anak-anak usia sekolah yang belum memperoleh akses pendidikan.

"Tim PKH sampai hari ini terus melakukan penjangkauan secara masif terhadap anak-anak usia sekolah semua jenjang yang memang belum sempat terjangkau," pungkas Syam. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
Sekolah Rakyat Terintegrasi mpls ngawi kemensos