Jawa Pos Radar Madiun - Kepekaan dan kreativitas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi, dalam membaca kebutuhan warganya patut diacungi jempol.
Mereka sukses menelurkan empat program inovasi andalan yang produktif, yakni Si Daya Beruban, Littofa, Geber Saber, dan Jamillah.
Beragam terobosan cerdas dari empat Kelompok Kerja (Pokja) ini rupanya memikat perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi, Ana Mursyida Ony Anwar.
Apresiasi positif tersebut disampaikannya secara langsung saat meninjau fasilitas dan layanan di Desa Guyung dalam rangka kunjungan pembinaan 10 Program Pokok PKK.
Plt Ketua TP PKK Desa Guyung, Febrianita Dian Nastiti, memaparkan bahwa lahirnya deretan inovasi tersebut berakar dari pemetaan masalah yang nyata di tengah masyarakat.
Fokus utamanya menyasar peningkatan kualitas literasi, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.
Untuk ranah keagamaan yang menyasar kalangan lanjut usia (lansia), TP PKK menghadirkan program khusus dari Pokja 1.
''Di Pokja 1 “Si Daya Beruban” Lansia Berdaya Berantas Buta Aksara Al-Quran” yaitu inovasi belajar membaca huruf alquran bagi lansia,'' ujarnya.
Pendekatan edukasi ini disesuaikan dengan kapasitas kognitif para lansia.
Kader PKK menggunakan metode baca tulis Al-Qur'an (BTQ) serta buku panduan yang dirancang sangat sederhana agar materi lebih mudah diserap.
Baca Juga: Sejarah Baru, Pemdes Katikan Ngawi Resmi Tetapkan Rabu Pahing Suro sebagai Hari Lahir Desa
Literasi Keluarga dan Berkah Sampah
Sementara itu, untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, Pokja 2 menggerakkan kampanye Littofa (Literasi Of Family).
Program ini mewajibkan orang tua untuk mendampingi buah hatinya membaca buku di rumah selama 30 menit setiap harinya guna memaksimalkan fase tumbuh kembang anak.
''Dimulai dengan memberikan teladan nyata dengan membaca buku sendiri, dan orangtua perlu meluangkan waktu setiap hari untuk membacakan cerita secara interaktif,'' katanya.
Beralih ke Pokja 3, TP PKK Desa Guyung membesut Geber Saber atau Gerakan Berkah Sampah Bermanfaat. Para ibu yang memiliki balita didorong untuk mengumpulkan limbah botol plastik.
Sampah tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan sumber protein nabati dan hewani, seperti biskuit atau telur.
Strategi ini diklaim sangat efektif untuk mendukung program nasional terkait pengentasan gizi buruk.
''Selain berwawasan lingkungan sekaligus menunjang kesehatan dalam hal ini untuk penurunan angka stunting,'' terangnya.
Inovasi tak kalah krusial digagas oleh Pokja 4 lewat program Jamillah yang merupakan akronim dari Jemput Ibu Hamil Bermasalah.
Dalam program ini, kader PKK diterjunkan sebagai barisan terdepan di tingkat akar rumput untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
Langkah yang dilakukan meliputi deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, pemberian edukasi asupan gizi, hingga pendampingan emosional demi mencegah komplikasi dari masa kehamilan sampai proses persalinan usai.
''Keselamatan ibu dan buah hati adalah prioritas kami dengan layanan jemput ibu hamil bermasalah kami berkomitmen menekan angka kematian ibu dan bayi,'' pungkasnya. (rio/naz/*)