Jawa Pos Radar Madiun – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi dipastikan belum memiliki guru tetap saat mulai beroperasi.
Untuk menutup kebutuhan tenaga pendidik, Pemkab Ngawi menyiapkan 14 guru dari sekolah reguler untuk diperbantukan sementara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno mengatakan, permintaan penugasan guru datang dari pengelola SRT karena rekrutmen tenaga pendidik tetap belum rampung.
"Karena guru tetapnya belum ada, pengelola meminta bantuan pemkab. Kami siapkan guru sesuai kebutuhan yang ada," ujarnya, Senin (20/7).
Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia di China Open 2026: Tantangan Fajar/Fikri Pertahankan Gelar
Sebanyak 14 guru disiapkan, terdiri atas tiga guru jenjang SD dan 11 guru SMP.
Seluruhnya merupakan guru aktif di sekolah negeri di Kabupaten Ngawi. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan rombongan belajar yang akan dibuka pada tahap awal.
Menurut Kabul, penugasan guru masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Sosial.
Dikbud juga terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyusun pola penugasan agar tidak mengganggu kewajiban mengajar di sekolah asal, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan jam mengajar dan sertifikasi guru.
"Kami harus memastikan jam mengajar di SRT dapat dihitung sebagai pemenuhan beban kerja guru di sekolah asal," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto