Unik! Beli Jajanan Jadul di Bazar Panganan Ndeso Bangunrejo Ngawi, Wajib Pakai Koin Kayu

Satrio Jati • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:08 WIB
DONGKRAK EKONOMI: Bazar Panganan Ndeso menjadi stimulus ekonomi lokal warga Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
DONGKRAK EKONOMI: Bazar Panganan Ndeso menjadi stimulus ekonomi lokal warga Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Upaya memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan terus digalakkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar, Ngawi.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui sinergi apik antara BUMDes Maju Bersama Bangunrejo dengan kelompok mahasiswa KKN dari UINSA Surabaya.

Mereka sukses menyelenggarakan sebuah festival kuliner tradisional bertajuk Bazar Panganan Ndeso pada Minggu (19/7).

Pusat perayaan bernuansa klasik ini mengambil lokasi di kawasan wisata Taman Jati Indah Bangunrejo.

Baca Juga: Daftar 11 Pemain Asing Persib di Super League 2026/2027: Terbaru Mariano Peralta

Genjot Pariwisata dan Pelestarian Budaya

Kepala Desa Bangunrejo, Sutrisno, memaparkan bahwa agenda ini dirancang tidak hanya untuk perputaran uang, tetapi juga sebagai magnet penarik wisatawan.

"Sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Taman Jati Indah ini sehingga dapat membantu mendongkrak PAD dari sektor tersebut," jelasnya.

Konsep zaman dulu yang diusung panitia terbukti manjur memikat animo masyarakat untuk datang berkunjung.

Sembari berburu kuliner, para tamu juga dimanjakan dengan fasilitas kolam renang dan area pemancingan yang tersedia di lokasi.

Tak tanggung-tanggung, panitia turut menyuguhkan hiburan kesenian tradisional seperti tari remo, gambyong, hingga Reog Ponorogo.

"Alhamdulillah kali ini antusiasnya luar biasa. Kami sampaikan terima kasih kepada para mahasiswa KKN, pemuda karang taruna, dan para perangkat desa yang mempersiapkan kegiatan sehingga bisa berlangsung semarak seperti ini, juga BPD dan Kecamatan Karanganyar atas dukungannya," ungkapnya.

TUKAR KOIN: Semua transaksi pembelian makanan di kegiatan Bazar Panganan Ndeso menggunakan koin kayu setiap koin bernilai dua ribu rupiah. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
TUKAR KOIN: Semua transaksi pembelian makanan di kegiatan Bazar Panganan Ndeso menggunakan koin kayu setiap koin bernilai dua ribu rupiah. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Menurut Sutrisno, pergelaran seni tersebut sengaja disisipkan sebagai misi kebudayaan agar warisan leluhur tidak tergerus zaman.

"Khususnya bagi generasi muda dan anak-anak yang perlu kita pupuk rasa memiliki terhadap budaya daerah," imbuhnya.

Ia sangat berharap agenda sekreatif ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan bisa dijadikan kalender rutin desa.

"Di mana kemanfaatannya juga untuk masyarakat, juga pemdes," katanya.

Baca Juga: Jelang Leg 2 AVC Cup 2026, Luvi Febrian Dipanggil Timnas Gantikan Doni Haryono

Sensasi Transaksi Pakai Koin Kayu

Camat Karanganyar, Agung Wahyu Widodo, yang hadir langsung untuk meresmikan pembukaan bazar, memberikan acungan jempol atas inisiatif tersebut.

Ia berpesan agar letupan semangat di awal acara ini bisa terus dipertahankan secara berkelanjutan ke depannya.

"Ini menjadi momentum yang baik, khususnya untuk lebih menggali dan mengoptimalkan potensi di wilayah karena itu konsistensi dan integritas," ujarnya.

Agung juga menyoroti konsep acara yang sukses membangkitkan memori masa lalu lewat deretan jajanan lawas yang kini mulai langka.

Daya tarik paling unik dari bazar ini terletak pada alat tukarnya, di mana setiap pengunjung diwajibkan bertransaksi menggunakan koin kayu yang masing-masing bernilai dua ribu rupiah.

"Ini sangat kreatif dan punya karakteristik tempo dulu di mana orang-orang zaman dulu bertransaksi belum menggunakan mata uang seperti sekarang," pungkasnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
bazar panganan ndeso bangunrejo ngawi desa madiun