Cuaca Ekstrem di Ngawi Picu Lonjakan Penyakit Musiman, Kasus Naik hingga 19 Persen

Asep Syaeful • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB
Kepala Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin
Kepala Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin

Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Perubahan suhu yang sangat kontras antara siang dan malam disebut memicu kenaikan kasus penyakit musiman hingga 10–19 persen sejak Juni lalu.

Kepala Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin mengatakan, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat meliputi radang tenggorokan, nyeri saat menelan, batuk, pilek, demam, gangguan pernapasan, hingga diare.

"Sejak Juni hingga sekarang, gejala yang paling banyak dikeluhkan warga mulai dari radang tenggorokan, nyeri menelan, batuk, pilek, demam, gangguan pernapasan, hingga diare," katanya, Jumat (24/7).

Menurut Heri, kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi cuaca panas pada siang hari dan udara dingin pada malam hari.

Selain itu, pola hidup masyarakat juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya gangguan kesehatan.

"Salah satu faktor yang turut memicu keluhan kesehatan dipengaruhi pola masyarakat sendiri, seperti mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, makanan berpewarna, minuman dingin, ditambah terpaan debu siang hari serta udara dingin di malam hari," terangnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi atau sengatan matahari.

Kondisi tersebut diawali dengan tubuh yang kesulitan membuang panas karena kombinasi suhu tinggi, kelembapan, paparan sinar matahari, dan aktivitas fisik.

Apabila tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi kelelahan akibat panas yang ditandai pusing, tubuh lemas, mual, serta keringat berlebih.

Pada tahap yang lebih berat, suhu inti tubuh dapat meningkat drastis hingga memicu kegagalan fungsi organ dan berisiko menyebabkan kematian.

Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami penurunan kondisi tubuh atau gejala yang tidak kunjung membaik.

"Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat saat mengalami gejala penurunan kondisi tubuh," pungkasnya. (magang:silvaayudiaazizah-silviayudiaazizah-nurulnikmatulromadhona/sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
penyakit musiman Dinas Kesehatan Ngawi cuaca ekstrem ngawi