Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran terjadi di gudang SMPN 1 Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jumat (24/7) pagi.
Peristiwa yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung itu sempat memicu kepanikan guru dan siswa.
Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke ruang kelas dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 07.30 WIB. Asap pertama kali terlihat oleh seorang siswa yang hendak menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian, kobaran api muncul dari dalam gudang yang berada di samping ruang kelas.
Guru SMPN 1 Kedunggalar Muklisin mengatakan, seluruh warga sekolah langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.
"Awalnya muncul asap, siswa melihat saat ke kamar mandi. Terus panik semua, dikerahkan untuk memadamkan api. Tidak tahu asal api dari mana," ujarnya.
Guru lainnya, Agus Widayanto, menjelaskan gudang yang terbakar digunakan untuk menyimpan kayu bekas sehingga api dengan cepat membesar.
Lokasi gudang yang berdekatan dengan ruang kelas membuat suasana sekolah sempat panik.
"Yang terbakar gudang, kami segera lapor pemadam kebakaran," katanya.
Menerima laporan tersebut, dua unit mobil pemadam dari Pos Induk Damkarmat Satpol PP Kabupaten Ngawi diterjunkan ke lokasi di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Kedunggalar.
Petugas segera melakukan pemadaman dan dilanjutkan pembasahan menggunakan satu tangki air.
Komandan Regu (Danru) 2 Damkarmat Satpol PP Ngawi Joko K mengatakan, proses pemadaman dan pembasahan berlangsung sekitar 30 menit.
"Kami lakukan pembasahan agar tumpukan kayu yang terbakar benar-benar padam, tidak ada bara api yang masih menyala," ujarnya.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno membenarkan peristiwa tersebut. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Setelah api berhasil dipadamkan, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Kedunggalar kembali berlangsung normal.
"Penyebabnya masih dalam penyelidikan kami," terang Karno. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto