Luas Sawah Ngawi Susut, Produksi Padi Semester I 2026 Justru Naik 23.192 Ton

Asep Syaeful • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 14:50 WIB
TANAMAN PANGAN: Hamparan sawah di Kabupaten Ngawi yang menjadi salah satu lumbung padi nasional. ASEP SYAEFUL/RADAR NAGWI
TANAMAN PANGAN: Hamparan sawah di Kabupaten Ngawi yang menjadi salah satu lumbung padi nasional. ASEP SYAEFUL/RADAR NAGWI

Jawa Pos Radar Madiun – Luas baku sawah (LBS) di Kabupaten Ngawi kembali mengalami penyusutan.

Meski demikian, produksi padi justru meningkat pada semester pertama 2026 berkat berbagai upaya intensifikasi pertanian yang dilakukan pemerintah bersama Kementerian Pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi M. Hasan Zunairi mengatakan, berdasarkan data terbaru Badan Pertanahan Nasional (BPN), luas baku sawah di Ngawi saat ini tercatat 49.577 hektare, turun sekitar 45 hektare dibanding awal 2026 yang mencapai 49.622 hektare.

Bahkan, jika dibandingkan dengan 2025, penyusutannya lebih signifikan. Saat itu luas baku sawah di Kabupaten Ngawi masih mencapai 50.715 hektare.

"Pada 2025 luasan sawah masih mencapai 50.715 hektare," ujarnya, Minggu (26/7).

Menurut Hasan, penyusutan lahan dipicu oleh alih fungsi sawah menjadi kawasan industri, perumahan, maupun pembangunan infrastruktur lainnya.

"Penyebab utamanya kemungkinan karena alih fungsi lahan, seperti pembangunan kawasan industri dan infrastruktur lainnya," katanya.

Meski luas lahan pertanian terus berkurang, Kabupaten Ngawi masih menjadi salah satu daerah dengan luas baku sawah terbesar di Jawa Timur.

Saat ini, Ngawi menempati peringkat keenam di tingkat provinsi.

Hasan menegaskan, berkurangnya luas sawah tidak berdampak pada penurunan produksi padi.

Berbagai program intensifikasi, pemanfaatan teknologi budidaya, serta sinergi dengan Kementerian Pertanian mampu meningkatkan produktivitas lahan yang masih tersedia.

Hasilnya, produksi padi Kabupaten Ngawi pada semester I 2026 meningkat 23.192 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Walaupun luas lahan turun, kami punya banyak metode untuk memaksimalkan produksi. Hasilnya, produksi semester awal tahun ini naik 23.192 ton dibanding periode yang sama tahun lalu," ungkapnya.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Kabupaten Ngawi juga mendapat pengawasan intensif dari pemerintah pusat dalam menjaga produksi padi.

Koordinasi dilakukan setiap hari melalui pertemuan daring serta pemantauan kondisi lahan menggunakan teknologi satelit.

"Setiap hari kami koordinasi via zoom dan pemantauan langsung melalui teknologi satelit oleh Kementerian Pertanian. Ini adalah bentuk pengawasan melekat program ketahanan pangan pusat di Ngawi," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
DKPP Ngawi sawah ngawi produksi padi