Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas layanan angkutan sekolah gratis agar semakin banyak siswa tidak lagi menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.
Kepala Dishub Ngawi Anang Heri Prabowo mengatakan, saat ini layanan angkutan sekolah gratis telah melayani ratusan pelajar di sejumlah wilayah.
Operasionalnya didukung 15 angkutan desa (angkudes) dan dua unit bus sekolah milik Dishub yang melayani trayek Pangkur, Kwadungan, Geneng, Sidowayah, hingga Kota Ngawi.
"Kami akan berunding dan rembuk bareng dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Cabang Dinas Pendidikan, serta Kementerian Agama setempat untuk mencari solusi terbaik bagi keselamatan anak-anak kita," katanya, Senin (27/7).
Untuk mendukung perluasan layanan, Dishub tengah memetakan potensi armada bus umum dan angkutan desa yang masih beroperasi di sejumlah kecamatan, seperti Kedunggalar, Karangjati, dan Jogorogo.
Pemkab juga membuka peluang kerja sama dengan pemilik angkutan lokal agar armadanya dapat dimanfaatkan sebagai transportasi sekolah.
Meski demikian, realisasi program tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
"Tentu akan kami hitung kebutuhan anggarannya, karena ada efisiensi," ujarnya.
Anang menilai keberadaan angkutan sekolah gratis selama ini terbukti efektif mengurangi jumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor, sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Selain itu, layanan tersebut juga membantu siswa yang sebelumnya harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda menuju sekolah.
"Adanya angkutan sekolah ini sangat bagus dan efektif mengurangi anak-anak berkendara motor," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto