Menu Lontong Sukun Dipuji Bupati Ngawi, TP PKK Desa Kedunggalar Runner-up Lomba Cipta Menu B2SA 2026

Satrio Jati • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:35 WIB
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyerahkan piala kepada TP PKK Desa Kedunggalar dalam lomba Cipta Menu B2SA tahun 2026 mewakili Kecamatan Kedunggalar. (TP PKK DESA KEDUNGGALAR)
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyerahkan piala kepada TP PKK Desa Kedunggalar dalam lomba Cipta Menu B2SA tahun 2026 mewakili Kecamatan Kedunggalar. (TP PKK DESA KEDUNGGALAR)

Jawa Pos Radar Madiun - Tim Penggerak (TP) PKK Desa Kedunggalar sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) tingkat Kabupaten Ngawi 2026.

Mewakili Kecamatan Kedunggalar, tim ini berhasil menyabet predikat Juara 2 setelah bersaing ketat dengan 19 TP PKK dari berbagai wilayah se-Kabupaten Ngawi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian mereka menghadirkan menu yang tidak biasa. Karya mereka bahkan mendapat apresiasi langsung dari pimpinan daerah setempat.

Kunci kemenangan TP PKK Desa Kedunggalar terletak pada sajian inovatif andalan mereka, yakni Lontong Sukun. Kreasi kuliner unik ini sukses mencuri perhatian Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono.

Ketua TP PKK Desa Kedunggalar, Anis Ekawati, mengungkapkan bahwa sang bupati sangat terkesan dengan kreativitas timnya dalam mengolah buah sukun menjadi makanan pokok.

"Pak Bupati sampai tak mengira jika sukun ternyata bisa dijadikan lontong dan ini sangat unik," terang Anis membagikan kebanggaannya.

Ide pembuatan Lontong Sukun berawal dari melimpahnya hasil panen di pekarangan rumah warga. Para kader PKK di wilayah Kedunggalar memang aktif menanam sayuran, tanaman obat (toga), hingga tanaman sukun.

Dari potensi lokal itulah, tim mencoba mencari celah inovasi. Buah sukun yang biasanya hanya disajikan dengan cara digoreng atau dikukus, kini disulap menjadi lontong bernilai gizi tinggi.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari BI, KPK Buka Suara Terkait Pemeriksaan Kasus Korupsi CSR BI-OJK

Sajian menu inovatif TP PKK Kedunggalar saat penilaian dalam lomba Cipta Menu B2SA 2026. (TP PKK DESA KEDUNGGALAR)
Sajian menu inovatif TP PKK Kedunggalar saat penilaian dalam lomba Cipta Menu B2SA 2026. (TP PKK DESA KEDUNGGALAR)

Sebagai penyempurna hidangan Lontong Sukun, TP PKK Desa Kedunggalar turut menyajikan aneka lauk pendamping yang kaya akan protein hewani dan nabati.

Anis membeberkan, mereka menyajikan menu Opor Lele dan Buntil Lele. Khusus untuk masakan Opor Lele, tim memadukannya dengan campuran daun kelor dan daun katuk guna mendongkrak nutrisi.

"Untuk menu yang ketiga, kami buat Kerni 3T yaitu telor, tahu, dan tempe untuk protein nabatinya," jelas Anis.

Eksplorasi resep ini sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim, lantaran literasi cara pembuatan Lontong Sukun di internet sangat terbatas. Namun, racikan menu yang belum ada di pasaran inilah yang menjadi nilai tambah tak terbantahkan.

Ajang Lomba Cipta Menu B2SA 2026 ini pada dasarnya sangat mengutamakan prinsip penggunaan bahan pangan lokal.

Tujuannya adalah menemukan sumber karbohidrat alternatif, seperti sukun, singkong, atau talas, guna mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat pada beras dan terigu.

Selain inovasi bahan dasar, proporsi penyajian hidangan wajib mengacu pada panduan gizi seimbang "Isi Piringku". Konsep ini memastikan porsi karbohidrat, lauk pauk, sayur, dan buah tersaji secara harmonis dan proporsional.

Secara keseluruhan, kriteria penilaian lomba mencakup kreativitas pengolahan bahan lokal tanpa menghilangkan cita rasa, keseimbangan gizi, estetika penyajian, hingga higienitas pangan.

Tidak kalah penting, setiap menu yang dilombakan juga dituntut memiliki biaya bahan yang terjangkau agar dapat dengan mudah diaplikasikan oleh masyarakat umum di dapur rumah tangga masing-masing. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
lomba cipta menu kedunggalar ngawi desa bupati ngawi