Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 11 ribu ton kepada pemerintah pusat.
Tambahan itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam II dan III tahun ini.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Hendro Budi Suryawan mengatakan, usulan tambahan tersebut terdiri atas beberapa jenis pupuk, di antaranya 2.000 ton urea, sedangkan sisanya untuk jenis pupuk lainnya sesuai kebutuhan.
"Kami ajukan tambahan sebanyak 11 ribu ton," ujarnya, kemarin (30/7).
Menurut Hendro, tambahan alokasi itu diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan lahan tanam seluas sekitar 50 ribu hektare selama musim tanam kedua dan ketiga.
"Dengan sasaran luas tanam sekitar 50.000 hektare," katanya.
Tahun ini, Kabupaten Ngawi memperoleh alokasi reguler pupuk bersubsidi sebanyak 78.711 ton.
Jumlah tersebut baru memenuhi sekitar 74,4 persen dari total kebutuhan yang diusulkan melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sebesar 105.785 ton.
"Sehingga memang layak untuk mendapat tambahan alokasi," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto