Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor jasa konstruksi.
Salah satunya melalui program Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) gratis bagi tenaga kerja konstruksi.
Terbaru, DPUPR menggelar SKK jenjang III dan IV di Nata Azana Hotel Ngawi pada 22 Juli lalu.
Program tersebut mencakup dua jabatan kerja (jabker), yakni operator madya survei terestris jenjang III dan pelaksana lapangan pekerjaan drainase perkotaan jenjang IV.
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti mengatakan, tahun ini terdapat 70 peserta yang mengikuti sertifikasi.
"Tahun ini, 30 peserta mendaftar pada jabker operator madya survei terestris jenjang III dan 40 peserta untuk pelaksana lapangan pekerjaan drainase perkotaan jenjang IV," ujarnya, kemarin (30/7).
Menurut Yesi, penyelenggaraan SKK mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi.
Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh SKK sebagai bukti kompetensi sekaligus legalitas profesi di bidang jasa konstruksi.
"Melalui program tahunan ini, peserta yang lulus akan mendapatkan SKK sebagai bukti keahlian dan legalitas bahwa mereka adalah tenaga kerja yang kompeten," katanya.
Hingga kini, sebanyak 297 tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Ngawi telah memperoleh SKK melalui fasilitasi APBD.
Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja yang mengurus sertifikasi secara mandiri.
Yesi berharap program ini mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja konstruksi lokal sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
"Kualitas infrastruktur sangat ditentukan oleh tenaga kerja yang benar-benar memiliki kompetensi sesuai jabatan kerjanya," tegasnya.
Dia menambahkan, pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pembinaan tenaga kerja konstruksi pada jenjang I hingga VI.
Karena itu, DPUPR memprioritaskan jabatan kerja yang paling dibutuhkan dalam pembangunan daerah.
"Kami memprioritaskan jabker yang paling umum dan sangat dibutuhkan untuk pembangunan di Ngawi saat ini," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto