Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran terjadi dua kali di Kabupaten Ngawi dalam sehari, Selasa (4/8).
Dua peristiwa tersebut sama-sama menghanguskan dapur rumah warga, masing-masing di Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, dan Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar.
Anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol PP Ngawi, Lilik Kukuh, mengatakan kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 10.00.
Sementara kebakaran kedua terjadi pada pukul 15.42.
"Sekitar pukul 10.00 dan pukul 15.42," ujarnya.
Di Desa Jururejo, api melanda rumah milik Budi Arti.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu kompor yang lupa dimatikan sehingga api menyambar minyak di penggorengan dan cepat merembet ke atap serta plafon dapur.
"Api kemudian menyambar minyak di penggorengan hingga merembet cepat ke atap dan plafon dapur," jelas Lilik.
Sebanyak 14 personel Damkarmat bersama dua unit armada diterjunkan ke lokasi.
Api berhasil dipadamkan setelah proses penanganan sekitar 50 menit.
"Tidak ada korban jiwa, kerugian materiel ditaksir mencapai Rp 30 juta," ungkapnya.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di dapur rumah milik Surati di Desa Katikan.
Sebanyak tujuh personel Damkarmat bersama satu unit Firedome diterjunkan dan berhasil memadamkan api dengan bantuan warga sekitar.
Berdasarkan hasil pendataan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp 25 juta.
"Hasil pendataan di lapangan, kebakaran dipicu korsleting listrik. Taksiran kerugian Rp 25 juta," terang Lilik.
Lilik menambahkan, meski proses pemadaman di kedua lokasi berjalan lancar, kondisi sarana dan prasarana pemadam kebakaran perlu mendapat perhatian.
Sejumlah peralatan dinilai sudah tidak lagi optimal untuk mendukung tugas di lapangan.
"Kami memang butuh peralatan yang memadai, seperti selang-selang yang bocor," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto