Pemkab Ngawi Buka Peluang Kerja, 208 Peserta Dilatih Jadi Penjahit Upper Sepatu

Asep Syaeful • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengecek pelaksanaan pelatihan pemagangan kerja kejuruan menjahit upper sepatu di PT Sintec Industri Indonesia, Desa Kartoharjo. Asep Syaeful Bachri/Jawa Pos Radar Ngawi
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengecek pelaksanaan pelatihan pemagangan kerja kejuruan menjahit upper sepatu di PT Sintec Industri Indonesia, Desa Kartoharjo. Asep Syaeful Bachri/Jawa Pos Radar Ngawi

Jawa Pos Radar Madiun – Upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal terus dilakukan Pemkab Ngawi.

Salah satunya melalui program Pelatihan Pemagangan Kerja Kejuruan Menjahit Upper Sepatu yang dirancang sesuai kebutuhan industri.

Program tersebut menyasar calon tenaga kerja agar memiliki keterampilan presisi sesuai standar produksi pabrik.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan menjadi kunci mencetak tenaga kerja yang siap masuk dunia industri.

“Kami minta perusahaan menyediakan ruang dan mesin, pemkab memfasilitasi pembiayaan,” ujarnya saat mengecek pelaksanaan pelatihan di PT Sintec Industri Indonesia, Desa Kartoharjo, Ngawi, Kamis (6/8).

Program pemagangan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Dari total 378 pendaftar, sebanyak 208 peserta dinyatakan lolos tahap wawancara dan mengikuti pelatihan secara bertahap.

Salah satu gelombang pelatihan berlangsung di PT Sintec Industri Indonesia dengan jumlah peserta 66 orang.

Kegiatan digelar mulai Selasa (4/8) hingga Rabu (2/9).

Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan menjalani uji kompetensi sertifikasi.

Peserta yang dinyatakan kompeten mendapat peluang langsung diserap sebagai karyawan.

Program berbasis kolaborasi industri tersebut menggunakan dukungan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Pelaksanaannya dikoordinasikan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi.

Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung.

Seluruh rangkaian pelatihan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.

Peserta memperoleh fasilitas makan dan minum, uang saku, biaya transportasi, hingga perlindungan jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan (JKK) dan BPJS Kesehatan (JKN).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Ngawi dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus membuka akses kerja baru bagi masyarakat. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
magang industri Pemkab Ngawi lowongan kerja pelatihan kerja