Jawa Pos Radar Madiun - Upaya seorang suami melindungi istrinya dari dugaan penganiayaan anak kandung justru berakhir tragis.
Seorang lansia asal Wonokerto, Kedunggalar, Ngawi ditemukan meninggal dengan luka di kepala setelah sebelumnya dipindahkan ke kandang untuk menghindari amukan anaknya yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Korban diketahui bernama Karti, sekitar 60 tahun, yang selama ini menderita stroke.
Sementara pelaku diduga merupakan anak kandung korban, Dinik Nurbuanti, usia sekitar 40 tahun. Ia diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Baca Juga: AXIS School Fest 2026 Bekali Siswa SMKN 1 Jenangan Public Speaking dan Jurnalistik di Era AI
Korban Dipindahkan ke Kandang Demi Keselamatan
Peristiwa anak bunuh ibu ini bermula pada dini hari sekitar pukul 01.00.
Suami korban, Suparno, memindahkan istrinya ke kandang karena khawatir kembali menjadi sasaran penganiayaan oleh pelaku.
Sekitar pukul 05.00, Suparno masih sempat menjenguk korban. Ia juga memberikan minum kepada istrinya sebelum berangkat ke sawah.
Ditemukan Meninggal saat Hendak Diberi Makan
Sekitar pukul 07.00, Suparno pulang dari sawah dengan maksud memberi makan korban. Namun, saat tiba di lokasi, ia mendapati istrinya telah meninggal dunia.
Korban ditemukan mengalami luka pada bagian kepala. Luka tersebut diduga akibat benturan benda keras berupa balok kayu.
Mengetahui kejadian itu, Suparno kemudian mencari keberadaan anaknya. Pelaku ditemukan berada di dalam kamar dalam kondisi tidur.
Saat dibangunkan, pelaku disebut menangis setelah diberi tahu bahwa ibunya telah meninggal dunia.
Baca Juga: Sepekan Berlalu, Pelaku Pembobolan Emas Rp 350 Juta di Pacitan Belum Tertangkap
Polisi Lakukan Olah TKP
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan, terduga pelaku dibawa ke Ruang Teratai RSUD dr Soeroto Ngawi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti kematian korban.
Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam peristiwa tersebut. (sae/naz)
Editor : Mizan Ahsani