Jawa Pos Radar Madiun – Si jago merah melumat rumah semi permanen milik Ahmad Choirul Anam di Dusun Semen, Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi, Jumat (7/8).
Rumah Ketua RT 002/RW 007 itu ludes dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Kebakaran dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol PP Ngawi sekitar pukul 14.41.
Dua armada dari Pos Induk Damkar Ngawi langsung dikerahkan menuju lokasi.
Komandan Regu (Danru) 1 Damkarmat Satpol PP Ngawi Rahmad S. mengatakan, petugas bergerak melakukan pemadaman begitu laporan diterima.
’’Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,’’ ujarnya.
Api telanjur membesar dan menghanguskan bangunan rumah.
Petugas harus menghabiskan tiga tangki air untuk menjinakkan kobaran sekaligus melakukan pembasahan.
Proses penanganan berlangsung sekitar satu setengah jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan pembasahan dinyatakan tuntas sekitar pukul 16.10.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan bangunan dan barang milik korban membuat kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Penyebab tersebut menjadi perhatian lantaran gangguan pada instalasi kelistrikan berpotensi memicu api yang cepat merambat ke bagian rumah.
Penanganan kebakaran turut melibatkan personel TNI, Polri, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta masyarakat sekitar.
Damkarmat mengingatkan warga tidak mengabaikan kondisi jaringan kelistrikan di rumah.
Pemeriksaan berkala diperlukan, terutama terhadap kabel maupun instalasi yang sudah berusia lama atau tidak layak.
’’Masyarakat kami imbau rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah untuk mencegah korsleting,’’ kata Rahmad. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto