Jawa Pos Radar Madiun – Peluang lowongan kerja alias loker skala besar segera terbuka di Kabupaten Ngawi.
PT Sintec Industri Indonesia yang bakal memproduksi sepatu merek Skechers menyiapkan kebutuhan tenaga kerja hingga 10 ribu orang dengan memprioritaskan warga lokal.
Kehadiran pabrik tersebut berpotensi memberikan efek besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Ngawi.
Terlebih, hasil produksi nantinya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke pasar Eropa.
Direktur PT Sintec Industri Indonesia Wu Xiolan mengatakan, besarnya kapasitas produksi membuat perusahaan membutuhkan sumber daya manusia dalam jumlah signifikan.
’’Kami merencanakan merekrut hingga 10.000 karyawan. Kami berkomitmen berupaya maksimal menyerap lebih banyak penduduk lokal,’’ ujarnya, Sabtu (8/8).
Baca Juga: Apa Itu Sepeda Hybrid? Gabungkan Kenyamanan MTB dan Efisiensi Road Bike, Ini Sederet Kelebihannya
Kendati demikian, pabrik belum memasuki tahap produksi massal.
Sejumlah persyaratan administratif dan persiapan teknis masih harus dituntaskan sebelum fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh.
Perusahaan saat ini masih menunggu penyelesaian sejumlah proses perizinan.
Termasuk berkaitan dengan fasilitas kawasan dan dokumen pendukung lainnya.
’’Izin fasilitas kawasan serta dokumen-dokumen lainnya masih dalam proses persetujuan,’’ terang Wu Xiolan.
Sembari menunggu proses tersebut rampung, PT Sintec Industri Indonesia mulai menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia.
Baca Juga: Rumah Ketua RT di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik
Sejumlah calon pekerja telah mengikuti pembekalan keterampilan sebagai persiapan menuju tahapan produksi.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri sepatu berorientasi ekspor.
’’Ada sejumlah karyawan yang sedang mengikuti pelatihan keterampilan prakerja,’’ ungkapnya.
Rencana penyerapan hingga 10 ribu pekerja tersebut membuka peluang bagi masyarakat Ngawi untuk masuk ke sektor industri manufaktur.
Terlebih, perusahaan menyatakan bakal berupaya memaksimalkan perekrutan tenaga kerja lokal.
Namun, proses perekrutan dalam skala penuh masih akan mengikuti perkembangan perizinan dan kesiapan operasional pabrik sebelum produksi massal dimulai. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto