Jaga Investor Tetap Bertahan di Ngawi, Pemkab Turun Tangan Cegah PHK

Asep Syaeful • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 05:30 WIB
JAGA INVESTASI: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat berkunjung ke PT Sintec Industri Indonesia. (Asep Syaeful Bachri/Jawa Pos Radar Ngawi)
JAGA INVESTASI: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat berkunjung ke PT Sintec Industri Indonesia. (Asep Syaeful Bachri/Jawa Pos Radar Ngawi)

Jawa Pos Radar Madiun – Karpet merah investasi di Ngawi tak cukup hanya dengan mendatangkan perusahaan.

Pemkab setempat kini berupaya menjaga industri yang sudah masuk agar tetap bertahan, berkembang, dan menyerap tenaga kerja lokal di tengah peliknya urusan perizinan.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, investor ditempatkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Karena itu, komunikasi dan dukungan pemkab menjadi penting ketika perusahaan menghadapi persoalan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

"Kami berusaha bagaimana menempatkan perusahaan investor ini sebagai mitra. Kadang, kendalanya itu komunikasi, government will-nya kepada perusahaan itu yang harus diberikan support," kata Ony kemarin (9/8).

Menurut Ony, salah satu tantangan terbesar dunia industri saat ini adalah pemenuhan berbagai regulasi.

Persoalan tersebut antara lain menyangkut perizinan impor bahan baku hingga sertifikasi yang berhubungan dengan kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

‘’Ini salah satu hambatan terbesar yang kerap dihadapi,’’ ujarnya.

Pemkab memilih tidak membiarkan perusahaan menghadapi persoalan tersebut sendirian.

Pendampingan diberikan untuk membantu pemenuhan persyaratan regulasi maupun sertifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

"Sertifikasi-sertifikasi yang hubungannya dengan kementerian terkait ini harus di-support oleh pemerintah daerah dalam pemenuhannya," ujarnya.

Pendampingan tersebut sekaligus menjadi strategi menjaga iklim investasi di Ngawi.

Keberlangsungan operasional perusahaan dinilai penting lantaran berkaitan langsung dengan lapangan pekerjaan masyarakat.

"Kami terus memperjuangkan investasi aman agar tidak ada PHK," terangnya.

Ony berharap pertumbuhan investasi dan kawasan industri memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Ngawi.

Salah satu tolok ukurnya adalah semakin besarnya tenaga kerja lokal yang terserap.

Namun, dia menyadari ekspansi sektor manufaktur membawa kultur kerja yang berbeda.

Masyarakat lokal membutuhkan proses adaptasi dengan ritme dan lingkungan kerja industri modern.

"Harapannya masyarakat Ngawi memiliki pekerjaan yang layak dan baik, serta kerasan dengan lingkungan kerja yang baru," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
perizinan investasi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono ngawi investasi industri