Jawa Pos Radar Madiun – Krisis air bersih melanda sembilan desa di empat kecamatan di Kabupaten Ngawi.
BPBD bersama sejumlah instansi telah mengirim 27 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan.
Sembilan desa tersebut tersebar di Kecamatan Bringin, Pitu, Ngawi, dan Kasreman. Kecamatan Bringin mencakup Desa Kenongorejo, Suruh, dan Bringin.
Di Kecamatan Pitu, krisis air terjadi di Desa Ngancar, Cantel, dan Bangunrejolor.
Kemudian, Desa Banyuurip dan Karang Tengah Prandon di Kecamatan Ngawi serta Desa Kiyonten di Kecamatan Kasreman.
Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan, distribusi air bersih dilakukan bersama sejumlah instansi. Di antaranya BBWS, PMI, dan TNI.
"Sebanyak 27 tangki air bersih, dengan kapasitas per tangki mencapai 5.500 liter," ujar Prila, Kamis (13/8).
Jika seluruh tangki terisi sesuai kapasitas tersebut, total air yang didistribusikan mencapai sekitar 148.500 liter.
Selain memasok air bersih, BPBD Ngawi mendistribusikan tandon dan terpal ke desa-desa terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi dan mencegah bantuan air menumpuk di satu titik.
"Untuk ketersediaan logistik berupa terpal maupun tandon, kami pastikan stok di gudang BPBD aman," jelas Prila.
BPBD juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air. Sebab, musim kemarau tahun ini diperkirakan berpotensi berlangsung lebih panjang dan ekstrem.
Warga diminta lebih bijak mengelola pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari agar ketersediaannya tetap terjaga selama musim kemarau.
"Ini mengingat krisis air sudah di depan mata dan kemarau diprediksi cukup panjang serta ekstrem," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto