Jawa Pos Radar Madiun – Berawal dari keisengan, Tiara Novembrina Briliantika menemukan peluang karier di dunia digital.
Perempuan 18 tahun asal Ngawi itu kini serius menekuni profesi content creator dengan menggarap konten hiburan, lifestyle, dan tren media sosial.
TikTok dan Instagram menjadi kanal utama Tiara menuangkan kreativitas.
Awalnya, lulusan SMKS PGRI 1 Ngawi tersebut sekadar membuat konten untuk mengisi waktu sekaligus menyalurkan ide.
Respons positif dari warganet membuat Tiara semakin serius. Dia mulai mempelajari karakter audiens hingga mengevaluasi setiap konten yang diunggah.
Perjalanan menjadi kreator tidak selalu mulus. Rasa kurang percaya diri hingga minimnya jumlah penonton sempat menjadi tantangan bagi Tiara.
Baca Juga: Wayang vs TikTok: Bisakah Budaya Jawa Bertahan di Tangan Gen Z?
Alih-alih berhenti, warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi, tersebut memilih memperbaiki konten, membaca selera audiens, dan menjaga konsistensi unggahan.
’’Saya mendapatkan inspirasi dari tren media sosial, pengalaman sehari-hari, komentar penonton, serta topik yang sedang ramai diperbincangkan,’’ ujarnya Minggu (16/8).
Tiara juga memiliki strategi ketika mengalami creative block. Dia memilih mengambil jeda dan mencari referensi baru ketimbang memaksakan diri menghasilkan konten.
Jadwal produksi dan stok konten disiapkan agar unggahan tetap berjalan tanpa mengorbankan waktu istirahat.
’’Saya tetap menyediakan waktu untuk beristirahat agar dapat menjaga semangat dan menghindari burnout,’’ katanya.
Interaksi dengan pengikut menjadi bagian penting dalam proses kreatif Tiara.
Komentar audiens dimanfaatkan untuk mengetahui respons sekaligus mengevaluasi konten.
Namun, dia membedakan kritik konstruktif dengan komentar yang sekadar menjatuhkan.
Baca Juga: Empat Jabatan Kepala Dinas Kota Madiun Dilelang, Pelamar Didominasi Internal
’’Kritik yang membangun saya jadikan bahan evaluasi. Sedangkan hate comment saya tanggapi dengan tenang atau saya abaikan jika tidak memberikan manfaat,’’ tuturnya.
Kini, Tiara mulai melihat dunia content creator sebagai peluang menghasilkan pendapatan.
Sejumlah skema monetisasi mulai dilirik, mulai kerja sama dengan brand, program affiliate, hingga monetisasi platform.
Meski demikian, dia tidak ingin sembarangan mengambil peluang komersial.
Kualitas produk dan relevansinya dengan karakter audiens tetap menjadi pertimbangan.
Target berikutnya pun telah dipasang. Dalam satu hingga dua tahun mendatang, Tiara ingin memperluas audiens, memperkuat personal branding, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan brand.
Bagi anak muda yang ingin mengikuti jejaknya, Tiara menyarankan untuk tidak menunggu kondisi sempurna sebelum mulai berkarya.
Keberanian memulai, konsistensi, dan kemauan belajar justru menjadi modal utama. ’’Semoga kita bisa terus tumbuh dan berkembang bersama,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto