Sarpras Damkar Ngawi Terbatas, Pemkab Bidik Armada Kecil dan Tambah Pos

Asep Syaeful • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 14:50 WIB
BUTUH PEREMAJAAN: Petugas melakukan penanganan kebakaran di Ngawi beberapa waktu lalu. Pemkab berencana melengkapi sarpras dan memperluas jangkauan armada damkar.
BUTUH PEREMAJAAN: Petugas melakukan penanganan kebakaran di Ngawi beberapa waktu lalu. Pemkab berencana melengkapi sarpras dan memperluas jangkauan armada damkar.

Jawa Pos Radar Madiun – Keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Ngawi mendapat perhatian serius.

Pemkab menyiapkan peremajaan peralatan, penambahan armada berukuran kecil, hingga perluasan jangkauan pos damkar untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, pemenuhan peralatan damkar telah masuk pembahasan prioritas anggaran daerah.

Realisasinya dibidik melalui Perubahan APBD 2026 atau APBD Murni 2027.

’’Jika nanti ada sisa anggaran di APBD Perubahan 2026, bisa diprioritaskan untuk pemenuhan kelengkapan peralatan teman-teman pemadam kebakaran. Kalaupun belum mencukupi, di APBD Murni 2027 mendatang alat-alat itu sudah harus tersedia,’’ ujar Ony, Senin (17/8).

Menurut Ony, kebutuhan damkar tidak sebatas penambahan mobil pemadam utama.

Armada berukuran lebih kecil justru dinilai mendesak untuk menjangkau lokasi yang sulit dimasuki kendaraan besar.

Terutama kawasan permukiman padat, perumahan, maupun perkampungan dengan akses jalan sempit.

’’Kalau melihat kebutuhan optimalisasi di lapangan, kita butuh mobil pemadam yang dapat menjangkau kawasan permukiman padat atau perumahan dengan gang-gang jalan kampung yang sempit. Armada kecil ini yang memang belum kita miliki,’’ jelasnya.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menambahkan, peningkatan kesiapsiagaan juga membutuhkan pemerataan pos dan armada.

Sebab, kecepatan petugas mencapai lokasi menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran.

Saat ini, layanan damkar masih bertumpu pada pos induk di wilayah Ngawi kota dan pos wilayah barat di Kecamatan Widodaren.

’’Perlunya itu tidak hanya terpusat di satu titik. Kita sedang mengupayakan penambahan unit damkar di wilayah-wilayah kecamatan. Saat ini baru ada pos induk di Ngawi kota dan pos barat di Kecamatan Widodaren,’’ kata Antok, sapaan wabup.

Menurut dia, idealnya armada damkar dapat terdistribusi setidaknya pada empat zona wilayah Kabupaten Ngawi.

Skema tersebut diharapkan memangkas waktu tempuh petugas ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

’’Walaupun kita tentu tidak mengharapkan terjadinya musibah, tetapi paling tidak jika armada damkar terdistribusi minimal di empat wilayah, respons penanganan saat terjadi musibah kebakaran akan jauh lebih cepat,’’ pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
sarpras pemadam kebakaran armada damkar ngawi Pemkab Ngawi Damkar Ngawi