Batik Khas Ngawi Tampil di Jogja Fashion Week 2026, Gandeng Pelajar dan Desainer

Asep Syaeful • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB
MENAWAN: Ketua Dekranasda Ngawi Ana Mursyida memperagakan busana karya desainer Ngawi dalam Jogja Fashion Week 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Jumat (14/8).
MENAWAN: Ketua Dekranasda Ngawi Ana Mursyida memperagakan busana karya desainer Ngawi dalam Jogja Fashion Week 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Jumat (14/8).

Jawa Pos Radar Madiun – Batik khas Ngawi naik panggung Jogja Fashion Week (JFW) 2026.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Ngawi memboyong karya pelajar SMK hingga desainer lokal dalam ajang yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (14/8).

Keikutsertaan tersebut menjadi langkah konkret memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri fesyen dan batik daerah.

Ketua Dekranasda Ngawi Ana Mursyida mengatakan, promosi batik tidak hanya dilakukan dengan membawa produk ke panggung nasional.

Dekranasda juga menggandeng pelajar SMK dan para desainer dalam proses pengembangannya.

’’Juga sebagai tindak lanjut promosi batik khas Ngawi dengan menggandeng siswi SMK dan desainer,’’ kata Ana, Senin (17/8).

Ngawi mendapat kesempatan tampil dalam dua sesi fashion show JFW 2026. Gelaran tahunan ke-21 tersebut tahun ini mengusung tema Roots to Resonance, Beyond.

Pada sesi sore pukul 15.30–18.00, panggung diisi karya busana dari SMKN 1 Kasreman, SMKN 2 Ngawi, Mastuti Damayanti, serta Deara Fadlan.

Sementara pada sesi malam pukul 19.00–21.00, karya desainer Dani Paraswati, Tofa Anglo, dan Marlena mendapat giliran diperagakan.

Ana juga mengajak masyarakat ikut memperkuat ekosistem industri kreatif dengan menggunakan produk buatan daerah sendiri.

’’Kami mengajak panjenengan semua turut menggunakan produk asli Ngawi, baik saat di dalam maupun luar Ngawi,’’ tambahnya.

Ketua Harian Dekranasda Ngawi Kusumawati Nilam mengatakan, partisipasi dalam Jogja Fashion Week menjadi salah satu sarana memperkuat citra sekaligus popularitas berbagai motif batik khas Ngawi di tingkat nasional.

Salah satu yang diperkenalkan adalah motif Wahyu Ngawiat. Motif tersebut telah ditetapkan dan diprakarsai Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono sebagai batik Pemerintah Daerah Ngawi.

Keterlibatan perajin dan pelaku industri kreatif dalam ajang berskala nasional juga diharapkan membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas.

’’Kami selaku dinas pengampu berkewajiban membawa pengrajin batik maupun industri kreatif lainnya untuk lebih berkembang dan maju,’’ jelas Nilam yang juga Kepala DPPTK Ngawi tersebut. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
Dekranasda Ngawi Jogja Fashion Week 2026 Batik Wahyu Ngawiat batik ngawi