Jawa Pos Radar Madiun – Dampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Ngawi meluas.
Jumlah wilayah terdampak bertambah dari sembilan menjadi 11 dusun dengan ratusan kepala keluarga (KK) kini membutuhkan pasokan air bersih.
Dua wilayah yang baru masuk daftar terdampak adalah Dusun Pakolan, Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, serta Dusun Blandongan, Desa/Kecamatan Ngawi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan, krisis air bersih di Dusun Pakolan berdampak terhadap 24 KK. Sedangkan di Dusun Blandongan terdapat 15 KK terdampak.
’’Dua wilayah baru itu, Dusun Pakolan Desa Rejuno, Karangjati, dengan 24 KK terdampak. Kemudian, Dusun Blandongan, Desa/Kecamatan Ngawi dengan 15 KK terdampak,’’ kata Prila, Selasa (18/8).
BPBD Ngawi menggandeng sejumlah lembaga untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Distribusi dilakukan secara bergiliran ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan.
Pada Selasa (18/8), penyaluran dijadwalkan menyasar empat lokasi. BPBD mengirimkan dua tangki air ke Dusun Gagan, sementara PMI menyuplai kebutuhan warga Dusun Sumberan.
Bantuan dari BBWS diarahkan ke Dusun Ngerowo. Sedangkan KAGAMA mengirimkan dua tangki air bersih untuk masyarakat Dusun Jatisuwak.
’’Penanganan terus diintensifkan. Guna memenuhi kebutuhan warga,’’ ungkap Prila.
Berdasarkan catatan BPBD Ngawi, ratusan KK yang mengalami krisis air bersih tersebar di 11 dusun.
Jumlah terdampak terbanyak berada di Dusun Jatisuwak, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, yakni mencapai 140 KK.
Kemudian, Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip, Kecamatan Ngawi, tercatat sebanyak 80 KK terdampak.
Distribusi air bersih kali ini juga dibarengi pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat terdampak dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurut Prila, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk tetap hadir memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah bencana kekeringan.
’’Bagi kami, hadir secara konsisten membagikan air bersih sekaligus membagikan bendera adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto