Harga Daging Ayam di Ngawi Tembus Rp 43 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok

Asep Syaeful • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:00 WIB
HARGA NAIK: Pedagang melayani pembelian daging ayam potong di Pasar Besar Ngawi. Harganya kini mencapai Rp43 ribu per kilogram setelah naik bertahap menjelang HUT ke-81 RI. (Asep Syaeful Bachri/Jawa Pos Radar Ngawi)
HARGA NAIK: Pedagang melayani pembelian daging ayam potong di Pasar Besar Ngawi. Harganya kini mencapai Rp43 ribu per kilogram setelah naik bertahap menjelang HUT ke-81 RI. (Asep Syaeful Bachri/Jawa Pos Radar Ngawi)

Jawa Pos Radar Madiun – Harga daging ayam potong di Ngawi melonjak hingga Rp 43 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir. 

Kenaikan harga yang berlangsung bertahap sejak menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu mulai menekan daya beli masyarakat dan memukul omzet pedagang.

Di Pasar Besar Ngawi (PBN), harga daging ayam kini jauh di atas kondisi normal yang berkisar Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Dampaknya dirasakan Endang Lestari, salah seorang pedagang ayam potong di PBN.

Dia mengaku penjualannya merosot lebih dari 50 persen sejak harga komoditas tersebut melonjak.

’’Pasar jadi sepi sekali, sebab harga kemahalan,’’ kata Endang, Rabu (19/8).

Ketika harga ayam masih normal, Endang mampu menjual sekitar 20 ekor per hari. Kini, jumlah yang terjual bahkan tidak sampai 10 ekor.

Kenaikan harga membuat konsumen mengurangi pembelian sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang.

’’Semoga ada tindakan dari pemerintah untuk menstabilkan harga,’’ harapnya.

Lonjakan harga tidak hanya dirasakan pedagang di pasar. Pelaku usaha kuliner berbahan baku ayam juga harus memutar otak agar tidak kehilangan pelanggan.

Deva Ardian Nugroho, pedagang ayam geprek di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Ketanggi, Ngawi, memilih mempertahankan harga jual Rp10 ribu per porsi.

Konsekuensinya, dia harus menyesuaikan ukuran daging yang disajikan kepada konsumen.

’’Terpaksa mengecilkan porsi potongan daging ayam,’’ kata Deva.

Pilihan tersebut diambil karena menaikkan harga jual dinilai berisiko membuat pelanggan beralih.

Di sisi lain, mempertahankan harga membuat margin keuntungan ikut tergerus.

’’Kalau menaikkan harga jual, takut ditinggal pelanggan,’’ ungkapnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
harga ayam harga pangan Pasar Besar Ngawi harga daging ayam ngawi