Jawa Pos Radar Madiun – Gerbong pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bergerak.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melantik ratusan pejabat di Pendapa Wedya Graha, Rabu (19/8), termasuk 10 pejabat eselon II.
Namun, belum seluruh kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terisi.
Jabatan Inspektur Inspektorat dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ngawi masih kosong.
Ony menjelaskan, pengisian dua jabatan tersebut harus melalui prosedur berbeda.
Sebab, Inspektorat dan Disdukcapil termasuk instansi yang proses pengisian jabatan pimpinannya membutuhkan rekomendasi tertulis hingga tingkat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
’’Prosedur birokrasi di BKN dan Kemendagri tersebut memakan waktu rata-rata 2-3 bulan,’’ kata Ony.
Pemkab Ngawi memilih tidak menunggu seluruh prosedur tersebut rampung.
Posisi eselon II yang telah mendapatkan rekomendasi manajemen talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dilantik lebih dulu.
Kebijakan tersebut diambil agar proses pengisian dua jabatan yang masih menunggu rekomendasi tidak menghambat pelantikan pejabat lainnya.
Langkah itu juga sesuai arahan BKN supaya roda organisasi Pemkab Ngawi tetap berjalan.
’’Untuk Inspektorat, sementara akan dipimpin oleh Plt sampai izin Kemendagri resmi turun,’’ ungkap bupati.
Pelantikan kali ini tidak hanya menyasar pejabat eselon II. Sebanyak 120 pejabat struktural turut dilantik.
Selain itu, terdapat 192 rotasi dan pengangkatan kepala sekolah baru serta pengisian enam jabatan kepala puskesmas.
Ony memastikan seluruh proses tersebut menggunakan sistem manajemen talenta secara penuh.
Sistem itu diterapkan sebagai bagian dari meritokrasi dalam tata kelola aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ngawi.
Bupati bahkan memilih menggunakan peringkat dalam sistem manajemen talenta sebagai dasar pengisian jabatan eselon II.
’’Meskipun aturan memberi ruang bagi bupati untuk memilih satu dari tiga nama yang direkomendasikan, saya tegaskan kepada tim baperjakat, bahwa semua yang mengisi jabatan eselon II adalah ASN yang meraih ranking I di sistem manajemen talenta,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto