Jawa Pos Radar Madiun – Akses menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Ngawi bakal dibenahi.
Pemkab Ngawi menyiapkan anggaran Rp 3,4 miliar untuk membangun jalan sekaligus sistem drainase menuju sekolah di Desa Karangtengah Prandon tersebut.
Anggaran infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat itu direncanakan masuk dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Ngawi 2026.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi Maftuh Affandi mengatakan, pembangunan diperlukan untuk mendukung operasional SRT 1 Ngawi yang kini telah berjalan.
’’Pembangunan akses jalan dan drainase menuju SRT dialokasikan Rp 3,4 miliar,’’ ujar Maftuh, Kamis (20/8).
Maftuh menjelaskan, perbaikan akses menuju SRT 1 Ngawi direncanakan menggunakan konstruksi rigid beton.
Penanganan menyasar ruas jalan sepanjang sekitar 900 meter dengan lebar lima meter.
Pembangunan tidak hanya menyentuh badan jalan. Sistem drainase di kawasan tersebut juga masuk dalam paket pekerjaan.
’’Termasuk lengkap dengan pengerjaan saluran drainase di sekitar,’’ tuturnya.
Pembenahan akses tersebut dinilai mendesak lantaran kondisi jalan menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ngawi saat ini mengalami kerusakan.
Jika tahapan anggaran dan persiapan berjalan sesuai rencana, proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober hingga November 2026.
Pemkab Ngawi berharap percepatan pembangunan infrastruktur dapat menunjang aktivitas SRT 1 Ngawi yang telah beroperasi.
Selain menjadi dukungan pemerintah daerah terhadap program pemerintah pusat, perbaikan akses diharapkan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas.
Terutama siswa, orang tua atau wali murid, serta warga yang beraktivitas di sekitar Desa Karangtengah Prandon.
’’Juga untuk memberikan kenyamanan mobilisasi bagi warga maupun siswa dan wali murid SRT 1 Ngawi,’’ pungkas Maftuh. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto