Jawa Pos Radar Madiun – Tangki-tangki air mulai menjadi tumpuan warga ketika sumber air tak lagi mencukupi.
Kekeringan di Jawa Timur yang terjadi selama musim kemarau membuat distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah, termasuk Desa Kyonten, Kasreman, Ngawi.
Respons datang dari berbagai pihak. Salah satunya PMI Jatim bersama PMI Kabupaten Ngawi yang menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kyonten, Jumat (21/8).
Ketua PMI Jatim Imam Utomo menyebut persoalan kekeringan tak hanya dihadapi Ngawi. Kondisi serupa menjadi tantangan sejumlah kabupaten di Jawa Timur.
’’Ancaman kekeringan ekstrem merupakan tantangan yang dihadapi berbagai daerah di Jawa Timur,’’ kata Imam.
PMI terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca sekaligus menekan dampak kemarau panjang.
Perkembangan upaya rekayasa cuaca di Jawa Timur turut menjadi perhatian.
’’Kondisi kekeringan seperti ini terjadi di masing-masing kabupaten. Mengenai potensi cuaca ekstrem ke depan, kami melihat upaya rekayasa cuaca juga terus berjalan untuk memicu hujan di beberapa titik,’’ jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, kontribusi PMI tidak berhenti pada pengerahan tangki air bersih.
Dukungan operasional bagi relawan dan personel yang terlibat dalam penanganan kekeringan juga disiapkan.
Sebab, menurut Imam, distribusi air membutuhkan kesiapan armada sekaligus sumber daya manusia agar pasokan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
’’Kalau musim kemarau fokus utamanya memang air. Di samping itu, ada bantuan operasional. Sebab menyalurkan air ini bukan sekadar menggerakkan tangki, tetapi juga memfasilitasi relawan dan seluruh tim yang bekerja sama di lapangan demi membantu masyarakat,’’ ujarnya.
Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono Kanang menilai kondisi musim kering saat ini membutuhkan perhatian serius.
Ketersediaan air bersih dan air minum menjadi kebutuhan utama yang harus dipastikan.
Karena itu, distribusi air ke kawasan terdampak bakal menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan di Ngawi.
’’Kami ingin memastikan kebutuhan warga terpenuhi,’’ kata Kanang. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto