Jawa Pos Radar Madiun – Pintu investasi industri di Kabupaten Ngawi masih terbuka lebar. Dari total 2.212 hektare Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Ngawi, baru sekitar 1.200 hektare yang terpakai.
Artinya, masih tersedia sekitar seribu hektare lahan industri Ngawi yang dapat dikembangkan. Kecamatan Widodaren menjadi kawasan dengan alokasi terbesar sekaligus memiliki keunggulan karena berada di antara akses Tol Ngawi dan Tol Sragen.
Kabid Tata Ruang DPUPR Ngawi Jarot Kusumo Yudo mengatakan, luasan KPI tersebut mengacu Perda Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ngawi 2025–2045.
’’Dari total 2.212 hektare yang ditetapkan sebagai KPI, baru sekitar 1.200 hektare yang telah terpakai,’’ ujar Jarot, Senin (24/8).
Baca Juga: Investor Hong Kong Jajaki Mini Kawasan Industri 100 Hektare di Ngawi
Kawasan yang disiapkan untuk pengembangan industri tersebut tidak terkonsentrasi di satu wilayah.
KPI Ngawi tersebar di sembilan kecamatan. Yakni Geneng, Karangjati, Kasreman, Kedunggalar, Ngawi, Padas, Paron, Pitu, dan Widodaren.
Dari sembilan wilayah tersebut, KPI Widodaren memiliki alokasi paling besar. Luasnya mencapai sekitar 600 hektare yang terbagi dalam empat titik.
Posisinya juga dinilai strategis karena bersinggungan langsung dengan jalur utama Ngawi–Solo.
’’Posisinya beririsan langsung dengan jalan utama penghubung Ngawi–Solo,’’ kata Jarot.
Baca Juga: Buron 11 Bulan, Pencuri Toko Kelontong di Ngawi Dibekuk
Konektivitas menjadi salah satu nilai jual Widodaren. Kawasan tersebut berada relatif dekat dengan dua akses jalan tol.
Jaraknya sekitar 16 kilometer dari gerbang Tol Sragen dan 18 kilometer dari gerbang Tol Ngawi.
Kombinasi jalan nasional dan akses tol tersebut dinilai dapat mendukung mobilitas logistik jika kawasan industri berkembang.
Dari sisi kepemilikan, lahan KPI di Widodaren mayoritas merupakan milik masyarakat. Sebagian lainnya berupa kawasan hutan yang dikuasai negara.
Baca Juga: Rumput Tebing Tol Ngawi–Kertosono Terbakar, Water Tank Dikerahkan
Jarot optimistis ketersediaan lahan dan konektivitas tersebut menjadi modal penting untuk menarik investasi Ngawi.
Peluangnya tidak hanya berasal dari investor domestik. Investor asing juga diharapkan tertarik menanamkan modal di kawasan yang telah dialokasikan untuk kegiatan industri tersebut.
’’Kami optimistis dapat terus menarik minat investor untuk menanamkan modal di Ngawi,’’ pungkasnya. (sae)
Editor : Hengky Ristanto