Konsumsi Air Bersih Warga Ngawi Naik Jadi 130 Liter per KK Saat Kemarau

Asep Syaeful • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:30 WIB
Warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, mengambil air bersih yang disalurkan saat musim kemarau di Ngawi. DOK RADAR NGAWI
Warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, mengambil air bersih yang disalurkan saat musim kemarau di Ngawi. DOK RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau mendorong lonjakan kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Ngawi.

Rata-rata konsumsi air bersih setiap kepala keluarga (KK) meningkat dari 100 liter menjadi 130 liter per hari.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi Pipit Dwi Herlina mengatakan, kenaikan kebutuhan air dipicu bertambahnya pemanfaatan air selama musim kemarau.

"Semula rata-rata 100 liter, kini menjadi 130 liter per hari per KK," ujarnya, kemarin (5/9).

Menurut Pipit, air bersih tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk menyiram tanaman dan memenuhi kebutuhan air minum ternak.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan semakin meluasnya wilayah yang mengalami kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.

Untuk mengantisipasi dampak kemarau, DPRKP menyiapkan langkah penanganan jangka pendek melalui penyaluran air bersih ke wilayah terdampak.

Sementara itu, solusi jangka panjang difokuskan pada pemetaan dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui eksplorasi potensi air tanah dan pencarian sumber air baru di lokasi yang rawan kekeringan.

"Kami terus berusaha mencari potensi yang ada, baik eksplorasi potensi air tanah maupun pencarian sumber-sumber air baru di lokasi terdampak," pungkas Pipit. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
konsumsi air bersih Ngawi kekeringan ngawi DPRKP Ngawi kemarau ngawi