Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hebat melalap gudang penyimpanan sekaligus pengolahan kayu di Dusun Slumbung, Desa Padas, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Sabtu sore (5/9).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp700 juta.
Gudang milik Supriyono, 47, itu dalam kondisi kosong ketika kebakaran terjadi.
Pemilik dan seluruh karyawan disebut telah pulang setelah menyelesaikan aktivitas.
Kepulan asap disertai kobaran api kali pertama diketahui warga sekitar pukul 16.30.
Banyaknya tumpukan kayu kering yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke bagian lain gudang.
Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sembari menunggu petugas tiba.
Damkarmat Satpol PP Ngawi kemudian sampai di lokasi sekitar pukul 16.41 atau sekitar 11 menit setelah api kali pertama diketahui.
Kasi Pengendalian Operasi Damkarmat Satpol PP Ngawi Catur Sri Wiyanto mengatakan, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama lantaran banyak material mudah terbakar di dalam gudang.
Situasi sempat semakin mengkhawatirkan ketika terdengar suara ledakan dari dalam bangunan. Sumber ledakan tersebut diduga berasal dari tabung elpiji.
’’Situasi juga sempat diwarnai dentuman ledakan dari dalam gudang yang diduga berasal dari tabung gas elpiji,’’ ujar Catur.
Dua unit mobil pemadam Damkarmat Satpol PP Ngawi dikerahkan untuk menjinakkan api.
Penanganan juga diperkuat satu unit truk pemadam Kodim 0805/Ngawi serta satu tangki BPBD Ngawi.
Besarnya kebakaran membuat petugas membutuhkan sedikitnya 12 tangki air untuk proses pemadaman hingga pembasahan.
Operasi turut melibatkan Redkar, kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat.
Api akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 21.30. Artinya, proses penanganan berlangsung hampir lima jam sejak kebakaran kali pertama diketahui warga.
Penyebab kebakaran gudang kayu tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan sementara. Dugaan awal mengarah pada gangguan kelistrikan.
’’Berdasarkan hasil pendataan dan pemeriksaan sementara di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting arus pendek listrik,’’ kata Catur. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto