Jawa Pos Radar Madiun – Lantunan selawat dan tabuhan rebana menggema di Masjid Nurul Huda, Dusun Wareng, Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Sabtu (5/9).
Sebanyak 12 grup dari berbagai daerah se-eks Karesidenan Madiun beradu kemampuan dalam Festival Hadrah Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW.
Al Aflah dari MAN 1 Ngawi tampil sebagai jawara. Tak hanya meraih juara pertama, grup tersebut sekaligus memborong penghargaan best vocal.
Posisi kedua ditempati Gadroh Ses asal Temboro, Magetan. Sementara Maqoshidul Karim dari MAN 2 Ngawi berhasil menduduki peringkat ketiga.
Ketua Umum Gebyar Maulid Nabi Masjid Nurul Huda Wareng Abib Saiful Pramono mengatakan, Festival Hadrah tersebut digelar untuk menyemarakkan bulan Rabiul Awal.
Ajang itu sekaligus menjadi sarana syiar dan mempererat silaturahmi antarkelompok hadrah.
’’Melalui lantunan selawat, puji-pujian, serta iringan tabuh rebana, seni hadrah ini berfungsi untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,’’ ujarnya.
Menurut Abib, perkembangan seni hadrah di Ngawi cukup pesat. Hal itu salah satunya terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah.
Respons tersebut membuat panitia berencana menjadikan Festival Hadrah Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai agenda rutin. Pelaksanaannya direncanakan setiap bulan Rabiul Awal.
’’Festival ini menjadi wadah silaturahmi, dan insyaallah akan kami jadikan agenda tahunan setiap bulan Rabiul Awal,’’ katanya.
Selain tiga besar, Kharisma asal Mantingan meraih Harapan I. Sansega dari MTsN 10 Ngawi menempati Harapan II, sedangkan Arba'i Qohar asal Paron mendapatkan Harapan III. (sae/her/*)
Editor : Hengky Ristanto