Jawa Pos Radar Madiun – Keterbatasan armada Damkar Ngawi bakal mendapat suntikan anggaran.
Pemkab Ngawi menyiapkan Rp6 miliar dalam Perubahan APBD 2026 untuk membeli tiga kendaraan baru sekaligus melengkapi peralatan pemadaman dan perlindungan petugas.
Rencananya, anggaran tersebut digunakan untuk membeli dua unit mobil pemadam berkapasitas masing-masing 4.000 liter.
Selain itu, satu unit mobil water supply berkapasitas 5.000 liter juga masuk daftar belanja.
Kepala Satpol PP Ngawi Peggy Yudho Subekti mengatakan, penambahan armada dan peralatan Damkar Ngawi sudah mendesak.
Terlebih, frekuensi kebakaran selama musim kemarau cukup tinggi dan beberapa kejadian terkadang berlangsung dalam waktu bersamaan.
’’Penambahan armada dan peralatan ini sudah sangat mendesak,’’ kata Peggy, Rabu (9/9).
Saat ini, Satpol PP Ngawi tengah menyiapkan dokumen perencanaan sebelum proses pengadaan dilakukan.
’’Saat ini kami sedang siapkan dokumen perencanaan sebelum tender melalui bagian pengadaan barang dan jasa,’’ ujarnya.
Tak hanya kendaraan, sebagian anggaran Damkar Ngawi juga direncanakan untuk melengkapi sarana pendukung.
Di antaranya selang pemadam serta alat pelindung diri (APD) bagi petugas.
’’Kami juga rencanakan untuk peralatan pendukung seperti selang pemadam dan alat pelindung diri petugas,’’ terang Peggy.
Peremajaan tersebut menjadi penting melihat kondisi sarana pemadaman yang tersedia saat ini.
Dari empat unit mobil pemadam yang dimiliki, hanya tiga unit yang dapat beroperasi.
Bahkan, tiga armada yang masih beroperasi belum dapat bekerja optimal lantaran keterbatasan selang pemadam. Sejumlah selang yang tersedia dilaporkan mengalami kebocoran.
Idealnya, satu unit mobil pemadam dilengkapi sedikitnya tiga rol selang dengan panjang total sekitar 60 meter.
Peralatan tersebut dibutuhkan untuk menjangkau titik api di gang sempit maupun lokasi yang tidak bisa dimasuki kendaraan pemadam.
Namun, keterbatasan selang membuat jangkauan penyemprotan petugas saat ini hanya sekitar 20 meter atau setara satu rol selang.
Kondisi armada dan perlengkapan tersebut sebelumnya juga menjadi sorotan Komisi I DPRD Ngawi saat melakukan inspeksi mendadak ke Posko Induk Damkar.
Dalam sidak itu, dewan menemukan sejumlah sarana dan perlengkapan dalam kondisi memprihatinkan serta dinilai tidak layak pakai.
Melalui alokasi Rp6 miliar dalam Perubahan APBD 2026, Pemkab Ngawi berharap kapasitas penanganan kebakaran dan penyelamatan dapat diperkuat, terutama ketika terjadi beberapa insiden dalam waktu berdekatan. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto