Realisasi Investasi Ngawi Baru Rp 1,08 Triliun, Masih Jauh dari Target Rp 3,1 Triliun

Asep Syaeful • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:20 WIB
PENANAMAN MODAL: Salah satu kawasan peruntukan investasi di Desa Sidolaju, Ngawi. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
PENANAMAN MODAL: Salah satu kawasan peruntukan investasi di Desa Sidolaju, Ngawi. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Target investasi Ngawi 2026 masih membutuhkan lompatan besar.

Hingga 15 Juli, realisasinya baru Rp1,08 triliun atau sekitar 34,8 persen dari target tahunan Rp3,1 triliun.

Artinya, masih ada sekitar Rp2,02 triliun investasi yang dibutuhkan untuk mengejar target hingga akhir tahun.

DPMPTSP Ngawi menyebut laju penanaman modal tahun ini cenderung lebih lambat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala DPMPTSP Ngawi Kusumahadi Widjajanto mengatakan, angka tersebut mengacu laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) per 15 Juli 2026.

’’Berdasarkan rilis laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) per 15 Juli, realisasi baru mencapai Rp1,08 triliun. Perkembangannya memang cenderung lambat karena pengaruh gejolak geopolitik global yang mempengaruhi kondisi ekonomi di banyak negara,’’ ujar Kusumahadi, Kamis (10/9).

Dari realisasi Rp1,08 triliun tersebut, penanaman modal asing (PMA) memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp768 miliar.

Dengan demikian, PMA menyumbang sekitar 71 persen dari total investasi yang tercatat hingga pertengahan Juli.

Sektor industri manufaktur dan pabrik berskala besar masih menjadi magnet investasi asing di Ngawi.

Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) banyak bergerak di sektor garmen, perdagangan, hingga pertanian.

’’Investasi dominan PMA, walaupun menurun dibandingkan tahun lalu,’’ ujarnya.

Meski capaian investasi Ngawi baru sekitar sepertiga target, DPMPTSP tetap optimistis angka Rp3,1 triliun dapat dikejar.

Aktivitas sejumlah industri yang terus berjalan dan berproduksi menjadi salah satu dasar optimisme tersebut.

Menurut Kusumahadi, pelaku usaha juga melakukan penyesuaian strategi bisnis menghadapi ketidakpastian geopolitik agar operasional dan target pengembalian investasi tetap terjaga.

DPMPTSP berharap akselerasi investasi terjadi pada paruh kedua tahun ini, terutama melalui pencatatan realisasi pada triwulan III dan IV.

’’Para investor tentu sudah memperhitungkan jadwal operasional dan BEP mereka, sehingga kami berharap ritme investasi dapat kembali on the track seperti tahun lalu. Jika tren di triwulan ketiga dan keempat nanti membaik, insyaAllah target Rp3,1 triliun dapat tercukupi,’’ pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
target investasi Ngawi 2026 penanaman modal asing DPMPTSP Ngawi investasi ngawi