Kebakaran Mebel Jahe Klenting Ngawi, Dua Kontainer Pesanan Ekspor Swedia Ludes

Asep Syaeful • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:17 WIB
MEMBARA: Kobaran api melalap gudang dan ruang produksi furnitur Jahe Klenting di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Minggu (13/9) malam. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
MEMBARA: Kobaran api melalap gudang dan ruang produksi furnitur Jahe Klenting di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Minggu (13/9) malam. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Pesanan terbesar selama 20 tahun merintis usaha lenyap dalam semalam.

Dua kontainer produk kerajinan kayu jati milik Jahe Klenting di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, ludes dalam kebakaran, Minggu (13/9) malam.

Produk berupa talenan, kursi, dan mangkuk tersebut sudah dikemas dan dijadwalkan dikirim ke Swedia pada Selasa (15/9).

Namun, kebakaran mebel Jahe Klenting lebih dulu menghanguskan stok beserta gudang dan ruang produksi.

Pemilik Jahe Klenting, Suwardi, 67, mengatakan seluruh produk yang terbakar merupakan pesanan untuk ekspor ke Swedia.

’’Ini pesanan terbesar selama dua puluh tahun saya merintis usaha kerajinan kayu,’’ ujar Suwardi.

Dia memperkirakan nilai produk yang hangus mencapai Rp1 miliar. Jika ditambah kerusakan fisik bangunan, total kerugian kebakaran ditaksir sekitar Rp1,2 miliar.

Kerugian tersebut semakin berat lantaran Suwardi menyebut usahanya tidak memiliki asuransi mandiri.

Dia berharap terdapat mekanisme perlindungan melalui asuransi perbankan yang dapat membantu penanganan kerugian.

’’Tidak ada asuransi mandiri, kami berharap penanganan jaminan dapat dibantu melalui mekanisme asuransi perbankan,’’ ujarnya.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Suwardi menduga api bermula dari puntung rokok pekerja yang dibuang di sekitar area pengolahan.

’’Saya menduga ada puntung rokok dari karyawan saya, padahal sudah kami larang,’’ ucapnya.

Namun, terdapat dugaan awal berbeda dari Satpol PP Ngawi.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Kepastian penyebab masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Besarnya material kayu kering membuat api cepat menjalar. Embusan angin kencang turut menyulitkan proses pemadaman yang berlangsung lebih dari empat jam.

Petugas Damkarmat Satpol PP Ngawi Joko Kartolo mengatakan, kobaran merembet dari bagian depan hingga belakang bangunan. Petugas juga sempat menghadapi keterbatasan suplai air.

’’Hambatan di lapangan antara lain keterbatasan suplai air dan posisi awal pemadaman yang harus menyesuaikan arah angin. Kami sempat mengambil suplai air dari kolam renang sekitar lokasi,’’ terang Joko.

Pemadaman dan pembasahan baru selesai sekitar pukul 23.15. Sebanyak 15 tangki air dihabiskan untuk menangani kebakaran tersebut.

Penanganan melibatkan personel dan armada pemadam kebakaran, Armed, Kodim, serta BPBD. Tim SAR, PMI, dan masyarakat setempat turut membantu proses pemadaman.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dua kontainer produk ekspor Swedia beserta bagian gudang dan ruang produksi terdampak kebakaran.

Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak berwenang. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
kebakaran mebel Jahe Klenting ekspor ke Swedia kerugian kebakaran ngawi satpol pp ngawi