Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu meluas.
Titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan RPH Bedagung, Magetan, dilaporkan telah masuk wilayah administratif Kabupaten Ngawi, Senin (14/9).
Api terpantau di kawasan Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal. Laju kobaran yang cepat membuat BPBD Kabupaten Ngawi mengusulkan penanganan melalui water bombing kepada BPBD Jawa Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan, kobaran sempat bergerak ke arah ladang dan kawasan di bagian bawah.
Api yang mengarah ke bawah telah berhasil ditangani sehingga ancaman terhadap permukiman dapat ditekan.
Namun, pergerakan angin membawa material terbakar menuju area yang lebih tinggi.
Petugas kini berkonsentrasi mengantisipasi rambatan api ke kawasan atas yang mengarah kembali ke perbatasan Magetan.
’’Untuk api yang mengarah ke bawah sudah berhasil dipadamkan. Saat ini tim fokus mengantisipasi pergerakan api yang naik ke atas menuju wilayah Magetan,’’ ungkap Prila.
Upaya membatasi karhutla Gunung Lawu melibatkan BPBD, Perhutani, TNI, Polri, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Petugas membuat ilaran atau sekat bakar untuk memutus jalur rambatan kobaran. Sekitar 10–15 personel masih disiagakan di lokasi lantaran pergerakan api dinilai cepat.
’’Ada 10–15 petugas masih siaga karena api merambat sangat cepat,’’ ujarnya.
BPBD Kabupaten Ngawi juga berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran di kawasan lereng yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Menurut Prila, usulan tersebut mengacu pada arahan BNPB serta ketentuan penanganan karhutla yang menjadi rujukan sejak 2020.
’’Aturan pencegahan kebakaran, begitu muncul titik api diharapkan langsung dilakukan water bombing agar tidak meluas,’’ ucapnya.
Usulan water bombing tersebut masih menunggu tindak lanjut. Sementara itu, personel gabungan tetap bersiaga dan mengandalkan pembuatan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
Karhutla di sisi utara Gunung Lawu kali ini juga mengingatkan pada kejadian kebakaran kawasan tersebut pada 2023.
’’Saat ini kami masih menunggu perkembangan situasi di lapangan,’’ pungkas Prila. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto