Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan senyum ceria anak-anak mewarnai suasana di Pendapa Wedya Graha Kabupaten Ngawi pada Kamis (17/9). Sebanyak 300 pelajar dan anak yatim yang berdomisili di wilayah Ngawi baru saja menerima paket bantuan sosial dan santunan pendidikan.
Kegiatan bertajuk Santay (Santunan Siswa Yatim) ini diinisiasi oleh Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Bee Mass.
Program sosial ini merupakan bentuk komitmen konsisten BMT Bee Mass dalam mendukung pendidikan serta peningkatan kesejahteraan anak-anak yang membutuhkan.
Ketua BMT Bee Mass Jawa Timur, Atok Sunu Prastowo, memimpin langsung jalannya acara penyerahan santunan secara simbolis tersebut.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dekopinda Ngawi ini menyebut bahwa BMT Bee Mass tidak ingin semata-mata dipandang sebagai institusi bisnis.
''Kami tidak hanya berfokus pada kegiatan komersial (tamwil), tetapi juga konsisten menghimpun dan menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta dana sosial lainnya agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan'', tuturnya.
Atok menjelaskan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program sosial dan keagamaan ini telah menjadi agenda rutin kelembagaan.
Konsistensi ini sengaja dijaga secara berkesinambungan, baik di momentum bulan suci maupun di hari-hari biasa sepanjang tahun.
''Ini sebagai wujud nyata kehadiran lembaga keuangan syariah di tengah masyarakat Ngawi'', katanya.
Baca Juga: Wamendagri Dukung Penuh Pusat Ambil Alih Guru PPPK dari Pemda, Cegah Ketimpangan Penempatan
Atok turut membeberkan sebuah capaian yang luar biasa. Sepanjang tahun ini, BMT Bee Mass telah sukses menyalurkan dana sebesar Rp 1,5 miliar khusus untuk program bantuan sosial.
Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur, tim internal, jajaran Forkopimda, serta Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Menariknya, Atok mengungkapkan bahwa program mulia Santunan Siswa Yatim yang terus berjalan ini sesungguhnya merupakan gagasan langsung dari sang bupati.
Ke depannya, ia berharap jaringan BMT Bee Mass yang kini telah memiliki sejumlah kantor cabang di berbagai daerah bisa terus memperluas jangkauan manfaatnya.
''Kami bersyukur Bee Mass sejauh ini mampu mengembangkan diri sehingga turut memperluas jangkauan untuk membantu masyarakat di berbagai wilayah'', katanya.
Pelaksanaan program Santay ini juga mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ngawi Totok Sudaryanto hadir mewakili Bupati untuk memberikan sambutan.
Totok menegaskan bahwa Pemkab selalu memberikan ruang terbuka bagi terlaksananya program filantropi yang digagas oleh lembaga keuangan.
''Dengan pelibatan koordinasi melalui jajaran pemerintah daerah guna memastikan kelancaran, keamanan, serta ketepatan sasaran distribusi bantuan kepada para siswa yatim yang membutuhkan'', ujar Totok.
Ia menaruh harapan besar agar kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan koperasi syariah seperti BMT Bee Mass ini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Sebelum menutup acara, Totok menyempatkan diri memberikan motivasi yang menyentuh hati kepada ratusan anak yatim yang hadir di pendapa.
Ia meminta anak-anak tersebut untuk tetap berdiri tegak, percaya diri, dan tidak pernah merasa kalah dari keadaan. ''Jangan merasa minder karena kita semua punya kesempatan yang sama, belajar dengan sungguh - sungguh untuk menggapai cita-cita setinggi-tingginya,'' pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani