Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa (Pemdes) Grudo, Kabupaten Ngawi, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
Langkah strategis tersebut salah satunya diwujudkan melalui realisasi program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berjalan secara berkelanjutan.
Tahun ini, Pemdes Grudo telah menyasar dua keluarga penerima manfaat untuk mendapatkan suntikan dana perbaikan hunian.
Anggaran program krusial tersebut diserap langsung dari alokasi Dana Desa (DD) dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp 10 juta.
Kepala Desa Grudo, Triono, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan ini semata-mata untuk memastikan warganya memiliki hunian yang memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan.
"Program RTLH menjadi instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan ektreme, meningkatkan taraf kesehatan lingkungan, serta memperbaiki kualitas hidup warga di wilayah kami," katanya.
Mengingat sifatnya sebagai dana bantuan stimulan yang terbatas, program ini sukses menjadi motor penggerak kepekaan sosial di tengah masyarakat desa.
Partisipasi dan swadaya warga sekitar langsung bangkit melalui budaya gotong royong yang kental.
Masyarakat secara sukarela ikut menyumbangkan tenaga maupun tambahan materi agar proses rehabilitasi rumah tetangganya dapat tuntas dengan kualitas bangunan yang baik.
Baca Juga: Peduli Pendidikan, BMT Bee Mass Ngawi Salurkan Santunan untuk 300 Siswa Yatim
"Pemdes beserta tim pendamping teknis turut mengawasi jalannya pembangunan fisik agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ketentuan teknis yang berlaku," imbuhnya.
Pengawasan berlapis ini sengaja diterapkan guna menjamin transparansi di setiap prosesnya, mulai dari pencairan dana, penggunaan material, hingga penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (SPJ).
Langkah tertib administrasi ini dipastikan berjalan ketat demi menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari.
Triono menegaskan, penentuan titik sasaran penyaluran bantuan sosial ini sama sekali tidak dilakukan secara asal-asalan.
"Pemdes tentu berpegang pada data valid seperti DTKS serta melakukan verifikasi faktual langsung ke lapangan untuk memastikan calon penerima benar-benar memenuhi syarat," paparnya.
Pihaknya menaruh harapan besar agar program mulia ini bisa terus digulirkan setiap tahunnya secara konsisten.
Mimpi terbesarnya adalah memastikan tidak ada lagi warga Desa Grudo yang terpaksa tinggal di dalam hunian yang membahayakan keselamatan dan kesehatan.
"Dengan adanya kuota yang berkelanjutan, tentunya Pemdes memiliki kepastian target agar angka kemiskinan terus berkurang," katanya.
Triono meyakini bahwa rumah yang aman dan sehat akan membuat warga bisa beristirahat dengan baik, sehingga lebih fokus mencari nafkah untuk mendongkrak perekonomian keluarga.
Guna mempercepat pencapaian target tersebut, ia turut mendorong adanya kolaborasi pendanaan lintas sektor dari pemerintah tingkat atas.
"Kami berharap adanya kesinambungan dukungan anggaran baik dari APBD Kabupaten/Kota, bantuan provinsi, maupun APBN sehingga beban pembiayaan tidak hanya bertumpu pada DD yang terbatas," pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani