Pemkab Ngawi Anggarkan Rp 3,7 Miliar untuk Tambah 260 Titik PJU hingga Akhir 2026

Asep Syaeful • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:10 WIB
TAMBAH PENERANGAN: Salah satu ruas jalan di Ngawi yang dilengkapi penerangan jalan umum (PJU). Pemkab mengalokasikan Rp 3,7 miliar untuk menambah 260 titik PJU hingga akhir 2026. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
TAMBAH PENERANGAN: Salah satu ruas jalan di Ngawi yang dilengkapi penerangan jalan umum (PJU). Pemkab mengalokasikan Rp 3,7 miliar untuk menambah 260 titik PJU hingga akhir 2026. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Ruas-ruas jalan di Kabupaten Ngawi bakal semakin terang. Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 3,7 miliar untuk menambah 260 titik penerangan jalan umum (PJU) hingga akhir 2026.

Pemasangan lampu jalan tersebut diprioritaskan pada jalur perekonomian, kawasan rawan kecelakaan, hingga lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Agus Sutopo mengatakan, penambahan PJU merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah tahun ini.

‘’Penambahannya 260 titik, anggarannya Rp 3,7 miliar,’’ kata Agus, Senin (21/9).

Menurut dia, pembangunan PJU menjadi bagian dari program prioritas bupati yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung peran Ngawi sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.

Agus menjelaskan, ketersediaan penerangan jalan diperlukan untuk menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian. Terutama pada jalur yang dilalui kendaraan pengangkut komoditas pangan pada malam hari.

"Keberadaan PJU sangat penting untuk menjamin keamanan serta kenyamanan mobilitas angkutan barang maupun orang di malam hari," terangnya.

Karena itu, Dishub Ngawi memprioritaskan pemasangan lampu jalan pada sejumlah titik strategis yang menunjang aktivitas perekonomian masyarakat.

Di antaranya, akses menuju pasar besar, kawasan sekolah, objek wisata, hingga sentra produksi pertanian.

Selain jalur perekonomian, pembangunan PJU juga menyasar kawasan rawan kecelakaan dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat terjadinya tindak kejahatan.

Agus menambahkan, sejumlah ruas jalan kabupaten yang kondisinya semakin baik justru kerap disalahgunakan sebagai arena balap liar. Lokasi tersebut turut menjadi sasaran penambahan penerangan jalan untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Seiring dengan kondisi jalan kabupaten yang kini semakin mulus, ada beberapa lokasi yang kerap disalahgunakan anak-anak muda untuk aksi balap liar. Lokasi-lokasi tersebut juga kami sasar untuk dibangun PJU guna meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas," jelasnya.

Sementara itu, proses pengadaan pembangunan 260 titik PJU saat ini masih berlangsung. Penentuan penyedia jasa dilakukan melalui sistem e-katalog dengan skema mini competition.

Dishub Ngawi menargetkan penetapan pemenang kontrak dapat diselesaikan pada akhir September 2026. Setelah itu, pekerjaan fisik pembangunan PJU bakal segera dilaksanakan.

Agus memperkirakan pemasangan lampu jalan membutuhkan waktu sekitar 75 hari. Dengan sisa waktu yang tersedia, pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026.

"Kami optimistis sisa waktu yang ada sangat cukup sehingga proyek ini dapat rampung tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
penerangan jalan umum balap liar infrastruktur jalan PJU ngawi Dishub Ngawi