Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam menyerap hasil panen petani menjadi perhatian anggota DPR RI asal Ngawi, Budi Sulistyono Kanang.
Dia meminta Perum Bulog memperkuat dukungan terhadap koperasi desa, terutama dari sisi permodalan dan penanganan hasil panen.
Sebab, keterbatasan modal dan infrastruktur dinilai berpotensi menghambat operasional KDMP sebagai penyalur komoditas bersubsidi sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat.
Kanang mengatakan, penguatan peran Bulog diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
Menurut dia, program Koperasi Desa Merah Putih harus didukung kesiapan lembaga pangan dan seluruh pihak terkait agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat desa.
"Jangan sampai mimpi-mimpinya presiden tidak ditindaklanjuti oleh semua lini yang ada di sampingnya," ujar Kanang, Minggu (20/9).
Mantan Bupati Ngawi itu menjelaskan, KDMP dirancang memiliki dua fungsi penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Yakni, menyalurkan komoditas bersubsidi dan menjadi penyerap atau off-taker hasil panen petani.
Namun, pelaksanaan fungsi tersebut membutuhkan dukungan modal, infrastruktur, dan sistem pengelolaan yang memadai. Terutama bagi koperasi yang bergerak di sektor pertanian.
Di Kabupaten Ngawi, beras menjadi salah satu komoditas utama yang perlu mendapat perhatian. Sebab, sebagian besar petani setempat menjual hasil panennya dalam bentuk gabah kering panen (GKP), bukan gabah kering giling maupun beras siap konsumsi.
Kondisi tersebut membuat proses penyerapan hasil panen membutuhkan sejumlah tahapan sebelum komoditas dapat dipasarkan. Mulai pengeringan gabah, penggilingan, pengemasan, hingga distribusi.
Menurut Kanang, seluruh tahapan itu membutuhkan dukungan permodalan dan sarana pengolahan yang tidak sedikit. Karena itu, kesiapan KDMP dalam menyerap gabah petani perlu diimbangi dengan dukungan Bulog.
"Maka di sinilah permasalahannya, apakah KDMP punya modal? Kalau tidak punya modal, bagaimana skema sharing-nya? Ketika menerima gabah basah, bulog harus siap," ujarnya.
Kanang menilai, penguatan kelembagaan KDMP perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas Bulog. Terutama dalam mendukung penyerapan hasil panen dan pengelolaan komoditas pangan setelah panen.
Dia menekankan, koperasi desa membutuhkan manajemen yang kuat agar mampu menjalankan fungsi ekonominya. Di sisi lain, Bulog juga perlu memiliki kesiapan modal dan sarana pendukung untuk membantu operasional koperasi.
"Kalau bulog lemah, ya kasihan, KDMP tidak akan bisa berjalan optimal," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto