Jawa Pos Radar Ngawi – Musim kemarau turut dibarengi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Ngawi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi mencatat kunjungan pasien ISPA di sejumlah fasilitas kesehatan meningkat sekitar 20–30 persen.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan, terutama risiko komplikasi yang dapat berkembang menjadi pneumonia.
Kepala Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin mengatakan, peningkatan kunjungan pasien ISPA terjadi seiring kondisi cuaca selama musim kemarau.
Menurut dia, perubahan cuaca dan paparan debu yang berterbangan menjadi faktor yang turut memengaruhi meningkatnya keluhan gangguan pernapasan di masyarakat.
‘’Peningkatan sebesar 20-30 persen,’’ kata Heri, Jumat (25/9).
Heri menjelaskan, sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh infeksi virus. Masa inkubasi sejumlah virus penyebab infeksi pernapasan relatif singkat, yakni sekitar dua hingga tiga hari.
Gejala awal yang kerap dialami penderita meliputi demam tinggi, nyeri saat menelan, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas.
‘’Perubahan cuaca serta debu berterbangan menjadi faktor utama pemicu peningkatan kasus ISPA,’’ ungkapnya.
Kendati demikian, masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala infeksi saluran pernapasan akut. Terutama apabila keluhan semakin berat atau disertai gangguan pernapasan.
Heri mengingatkan, ISPA dapat menimbulkan komplikasi yang menyerang paru-paru. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau peradangan paru-paru akibat infeksi.
"ISPA ini paling membahayakan jika terjadi komplikasi yang mengarah ke organ paru-paru, seperti pemicu kasus pneumonia," tegasnya.
Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala ISPA perlu memperhatikan perkembangan kondisi kesehatannya. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan diperlukan apabila gejala memburuk, terutama jika muncul sesak napas atau demam yang tidak kunjung mereda.
Di sisi lain, Dinkes Ngawi terus mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penularan infeksi saluran pernapasan.
Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencukupi kebutuhan istirahat, serta mengonsumsi air putih yang cukup.
Penggunaan masker juga menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala ISPA agar risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.
‘’Jaga pola hidup bersih dan sehat, istirahat cukup, perbanyak minum air putih, dan yang terpenting jangan lupa memakai masker, terutama bagi mereka yang sedang sakit ISPA agar tidak menularkan," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto