Jawa Pos Radar Ngawi – Petani di Kabupaten Ngawi mendapat tambahan pasokan pupuk bersubsidi sebanyak 11.900 ton. Realokasi dari pemerintah pusat tersebut terdiri atas pupuk urea, NPK, dan organik.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi mencatat tambahan terbesar berupa pupuk organik sebanyak 5.986 ton. Disusul urea 3.339 ton dan NPK 2.575 ton.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Tanaman Pangan DKPP Ngawi Hendro Budi Suryawan mengatakan, tambahan kuota tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan realokasi yang diajukan Pemkab Ngawi bulan lalu.
’’Tambahan yang disetujui, urea 3.339 ton, NPK 2.575 ton, dan organik 5.986 ton,’’ ujar Hendro, Senin (28/9).
Tambahan tersebut bakal menopang kebutuhan petani pada penghujung masa tanam (MT) 3 sekaligus persiapan memasuki MT 1 pada Oktober–November.
Sejauh ini, DKPP belum mencatat kecenderungan kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Ngawi. Kebutuhan petani disebut masih dapat dipenuhi dari alokasi awal ditambah realokasi terbaru.
Karena itu, belum diperlukan pergeseran alokasi pupuk antar-kecamatan.
’’Sejauh ini belum ada pergeseran alokasi antar-kecamatan karena persediaan masih tercukupi. Namun jika nantinya ada kecamatan yang kekurangan dan daerah lain tercukupi atau belum terserap, bisa lakukan skema realokasi antar-kecamatan,’’ terangnya.
Tambahan alokasi tersebut juga diharapkan menekan beban biaya produksi sekitar 1.311 kelompok tani (poktan) di Ngawi.
Menurut Hendro, pupuk bersubsidi semakin penting bagi petani di tengah tingginya harga pupuk nonsubsidi di pasaran.
’’Hadirnya tambahan alokasi pupuk bersubsidi ini sangat membantu dan meringankan beban para petani di Ngawi,’’ ujarnya.
Editor : Hengky Ristanto