Jelang POPDA Jatim 2026, KONI Ngawi Tegaskan Tak Ada Atlet Titipan

Asep Syaeful • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 18:00 WIB
Ketua KONI Ngawi Faisol menjenguk Hafizal Irham Yaramadhan, atlet jujitsu yang cedera patah tulang saat bertanding di Porprov IX. Foto: KONI untuk Jawa Pos Radar Ngawi
SELEKSI KETAT: KONI Ngawi memperketat verifikasi calon atlet untuk POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026. DOK RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada tempat bagi atlet titipan dalam kontingen Ngawi. KONI setempat memperketat seleksi calon atlet untuk menghadapi POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung 6–11 November mendatang.

Ketua KONI Ngawi Faisol menegaskan, setiap cabang olahraga (cabor) wajib mengirimkan atlet berdasarkan kualitas dan rekam jejak prestasi. Seluruh nama bakal diverifikasi terlebih dahulu sebelum diajukan kepada Disparpora.

’’Seluruh cabor harus melalui proses seleksi dan verifikasi ketat. Kami teliti satu per satu. Atlet yang dikirim benar-benar hasil verifikasi KONI,’’ tegas Faisol, Senin (28/9).

Faisol mengaku telah mewanti-wanti seluruh pengurus cabor agar tidak memasukkan nama atlet berdasarkan faktor kedekatan maupun kepentingan tertentu.

Termasuk, kata dia, mengakomodasi permintaan orang tua yang menginginkan anaknya tampil demi memperoleh sertifikat prestasi untuk kepentingan pendidikan.

’’Saya sudah wanti-wanti keras kepada seluruh cabor, jangan sampai ada atlet titipan,’’ ujarnya.

KONI bakal mencermati portofolio setiap calon atlet. Rekam jejak dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kejuaraan provinsi (Kejurprov), maupun kejuaraan resmi lainnya menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi.

Faisol memahami sertifikat keikutsertaan POPDA diminati karena dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi pendidikan. Namun, kepentingan tersebut tidak boleh mengalahkan kualitas atlet maupun objektivitas proses seleksi.

Terlebih, Ngawi menjadi tuan rumah POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur tahun ini. KONI pun memasang target tinggi dengan mengandalkan sejumlah cabang olahraga unggulan.

Faisol menyebut tinju dan sepak bola menjadi dua cabor yang diharapkan mampu menyumbangkan banyak medali bagi Ngawi.

’’Dengan komposisi atlet murni hasil seleksi terbaik, saya yakin cabor unggulan Ngawi seperti tinju dan sepak bola mampu memborong medali,’’ pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
POPDA XV PEPARPEDA III Atlet titipan KONI Ngawi ngawi