Jawa Pos Radar Madiun – Status tuan rumah POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 menjadi momentum mengevaluasi kondisi fasilitas olahraga di Ngawi. Sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) membutuhkan pembenahan. Namun, realisasinya masih bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
Dua ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung 6–11 November mendatang. Meski tidak seluruh pertandingan digelar di Ngawi, kesiapan fasilitas olahraga menjadi salah satu perhatian menjelang pelaksanaan.
Ketua KONI Ngawi Faisol mengakui penambahan maupun perbaikan sarpras olahraga diperlukan. Namun, kebutuhan tersebut harus diselaraskan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
’’Terkait mendesak atau tidaknya penambahan maupun perbaikan fasilitas, tentu menyesuaikan ketersediaan anggaran pemerintah daerah,’’ katanya, Senin (28/9).
Menurut Faisol, olahraga memiliki basis peminat yang besar di Ngawi. Karena itu, ketersediaan fasilitas yang memadai diperlukan untuk menunjang pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kompetisi.
Di sisi lain, keterbatasan fiskal membuat pemkab harus membagi anggaran untuk berbagai program prioritas. Kondisi tersebut membuat penambahan maupun pembenahan fasilitas olahraga perlu disusun berdasarkan skala kebutuhan.
Momentum POPDA XV dan PEPARPEDA III pun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap sarpras olahraga yang tersedia sekaligus kebutuhan pengembangannya ke depan.
’’Olahraga itu penting dan memiliki antusiasme besar di masyarakat. Kalau alokasi anggaran memungkinkan, kami meyakini pemerintah daerah akan memberikan perhatian terbaik untuk perbaikan fasilitas olahraga di Ngawi,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto