Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Ngawi, belum padam.
Hingga Selasa (29/9) siang, api telah membakar sekitar 40 hektare kawasan hutan pinus dan mulai mendekati permukiman warga.
Api kali pertama berkobar Minggu (27/9) malam dari arah selatan. Sekretaris Desa Kuniran Widiaminto mengatakan, kobaran bergerak cepat dan semakin membesar menjelang malam.
’’Sangat sulit dipadamkan karena yang terbakar pohon-pohon pinus,’’ kata Widiaminto.
Area terdampak meliputi petak 2A1 dan telah meluas ke petak 2A2 RPH Salam, BKPH Lawu Utara dan KPH Lawu.
’’Luasannya saat ini sudah mencapai sekitar 40 hektare,’’ ungkap Widiaminto.
Puluhan petugas gabungan dari Perhutani, Polri, TNI, dan relawan setempat berjibaku mengendalikan kobaran.
Namun, karakteristik vegetasi dan kondisi medan membuat pemadaman tidak mudah.
Pohon-pohon pinus berukuran besar yang terbakar rawan tumbang. Bahkan, sejumlah pohon dilaporkan benar-benar roboh. Beruntung, petugas berhasil mengamankan diri.
Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto mengatakan, keselamatan personel menjadi prioritas mengingat tingginya risiko di lokasi kebakaran.
’’Jadi kami harus ekstra hati-hati dan mengutamakan keselamatan petugas yang bersiaga di kawasan RPH Salam, BKPH Lawu Utara ini,’’ ujar Heri.
Pergerakan api dilaporkan semakin meluas dan mulai mendekati permukiman warga Desa Sumbersari, Kecamatan Sine.
Mengantisipasi api merambat ke rumah warga, petugas gabungan bersama masyarakat membuat ilaran di sepanjang perbatasan permukiman untuk memutus jalur rambatan api.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan petugas masih berjibaku melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.
Sementara itu, penyebab munculnya titik api masih dalam penyelidikan polisi. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto